Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berau Salurkan BLT Rp 1,5 Juta: Dinsos Pastikan Bantuan Tahap Ketiga Cair Setelah ABT Rampung di Bulan Ini

Beraupost • Jumat, 24 Oktober 2025 | 13:15 WIB
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap ketiga bagi masyarakat lanjut usia (lansia) dan anak yatim piatu di Kabupaten Berau dipastikan segera disalurkan.

Saat ini, proses administrasi perubahan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sudah selesai, tinggal menunggu pelaksanaan penyaluran dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi, mengatakan, bantuan tersebut akan segera disalurkan setelah seluruh proses administrasi rampung.

Dia menargetkan, jika tidak ada kendala, bantuan tahap ketiga sudah bisa diterima oleh para penerima manfaat paling lambat pada Oktober ini.

“ABT ini tidak lama lagi, paling seminggu ini akan diserahkan. Mudah-mudahan di Oktober ini bisa disalurkan BLT untuk lansia dan anak yatim piatu terlantar,” ungkapnya diwawancara belum lama ini.

Dijelaskannya, BLT ini merupakan program rutin Dinsos yang diberikan empat kali dalam setahun atau setiap triwulan sekali.

Besaran bantuan tetap sama, yakni Rp 500 ribu per bulan, dan disalurkan untuk tiga bulan sekaligus. Artinya, setiap penerima akan menerima total Rp 1,5 juta setiap tahap penyaluran.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua kelompok sasaran utama, yaitu lansia tidak mampu dan anak yatim piatu kurang mampu.

Untuk tahap ketiga ini, penyaluran dilakukan bagi penerima di 10 kelurahan di wilayah perkotaan, dengan tujuan membantu meringankan beban hidup sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selain penyaluran melalui Dinsos, bantuan serupa juga disalurkan kepada masyarakat di 100 kampung melalui Alokasi Dana Kampung (ADK), dengan nominal dan sasaran yang sama.

“Ini wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat rentan, baik anak yatim piatu maupun maupun lansia. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Iswahyudi menambahkan, total anggaran yang disiapkan untuk penyaluran BLT mencapai Rp 1,9 miliar setiap triwulan.

Dengan empat kali penyaluran dalam setahun, maka total bantuan yang digulirkan mencapai Rp 7,6 miliar.

Adapun jumlah penerima manfaat terdiri dari 900 lansia dan 375 anak yatim piatu di seluruh wilayah Kabupaten Berau.

Penyaluran dilakukan secara langsung di kantor kelurahan masing-masing. Namun bagi penerima yang berhalangan hadir pada hari penyaluran, Dinsos memberi kesempatan untuk mengambil bantuan di hari berikutnya.

Selain itu, pencairan juga bisa dilakukan melalui bank penyalur dengan terlebih dahulu melapor kepada petugas Dinsos Berau.

Melalui program ini, dirinya berharap tidak ada masyarakat rentan yang tertinggal dalam mendapatkan bantuan.

Pun pihaknya akan terus berupaya menjaga ketepatan sasaran agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.

Sementara Pekerja Sosial (Peksos) Ahli Muda Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Erlina Anida, menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan sosial yang terdata saat ini belum mencakup seluruh lansia dan anak yatim piatu tidak mampu di Berau.

Menurutnya, daftar tunggu penerima cukup panjang, namun penetapan tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Yang bisa kami bantu hanya 900 lansia dan 375 anak yatim piatu. Padahal sebetulnya jumlah warga yang memenuhi kriteria lebih dari itu,” ungkapnya.

Adapun wilayah dengan jumlah lansia terlantar terbanyak saat ini berada di Sambaliung dan Teluk Bayur.

Ia menyebut, penentuan penerima dilakukan secara selektif melalui mekanisme berjenjang.

Usulan awal berasal dari ketua RT, kemudian diverifikasi di tingkat kelurahan sebelum disampaikan ke Dinsos Berau.

Erlina menegaskan, keterlibatan RT sangat penting karena mereka yang paling mengetahui kondisi warganya.

“Jadi atas dasar rekomendasi dari RT. Karena yang tahu kondisi keluarga yang benar-benar tidak mampu itu ya RT,” jelasnya.

Untuk tahun depan, data penerima bantuan diperkirakan tetap mengacu pada sistem usulan dari RT dan kelurahan.

Namun, prioritas akan diberikan kepada penerima dengan kondisi tertentu, seperti lansia sakit atau lansia terlantar tanpa keluarga.

“Kalau lansia dalam keadaan sakit, atau yang tinggal sendirian tanpa keluarga, biasanya akan diusulkan lagi. Itu yang kami prioritaskan,” ujarnya.

Sementara lansia yang masih memiliki keluarga dan hanya masuk kategori tidak mampu, kebijakan pergantian penerimanya akan diserahkan kepada pertimbangan RT dan kelurahan. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#Dinsos Berau #Kabupaten Berau #yatim piatu #blt lansia