
HARIAN RAKYAT KALTARA — Posisi Kota Tarakan sebagai pintu gerbang Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong pertumbuhan jumlah penduduk, melalui arus migrasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain faktor kelahiran, perpindahan penduduk menjadi salah satu penyumbang utama bertambahnya populasi di kota yang memiliki akses pelabuhan dan bandara tersebut.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan Umar Riyadi mengatakan, perkembangan jumlah penduduk di Tarakan dipengaruhi oleh kombinasi antara angka kelahiran dan pergerakan migrasi masuk yang lebih besar dibandingkan migrasi keluar.
“Kalau bicara Tarakan itu kombinasi. Antara kelahiran, kemudian migrasi masuk dibanding migrasi keluar. Jadi perkembangan penduduk Tarakan itu selalu bertambah,” ujarnya, Jumat (12/6).
Menurut Umar, sebagian besar masyarakat yang datang ke Kaltara umumnya menjadikan Tarakan. Sebagai titik awal kedatangan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kabupaten lain seperti Nunukan, Tana Tidung, Bulungan maupun Malinau.
Keberadaan pelabuhan dan bandar udara membuat Tarakan menjadi simpul utama mobilitas orang maupun barang di wilayah utara Kalimantan. Kondisi tersebut menjadikan dinamika perpindahan penduduk di kota ini berlangsung secara terus-menerus.
“Tarakan itu menjadi titik awal biasanya orang migrasi masuk ke Kalimantan Utara. Karena memang Tarakan punya pelabuhan dan punya bandara,” katanya.
Berdasarkan pengamatan BPS, arus migrasi menuju Kaltara masih didominasi masyarakat yang berasal dari Provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Kedua daerah tersebut menjadi penyumbang terbesar pendatang yang masuk ke wilayah ini.
“Yang paling dominan datang ke Kalimantan Utara itu dari Jawa Timur sama Nusa Tenggara Timur,” ungkap Umar.
Ia menjelaskan, tidak seluruh pendatang yang tiba di Tarakan memilih menetap di kota tersebut. Sebagian menjadikan Tarakan sebagai daerah transit sebelum berpindah ke kabupaten lain sesuai tujuan pekerjaan, usaha, maupun kepentingan lainnya.


