BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Kalimantan Timur yang digelar tahun ini.
Anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan para atlet Bumi Batiwakkal dalam menghadapi ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.
Sekretaris Dispora Berau, Kesuma Sirajuddin, mengatakan, dana tersebut telah dimasukkan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dan saat ini sedang dalam proses pencairan.
Ia menegaskan, meski belum disahkan sepenuhnya oleh DPRD, seluruh mekanisme administrasi tengah berjalan sesuai prosedur. “Kalau anggaran sudah ada. Ini tinggal proses saja,” kata dia
Lebih lanjut, Kesuma mengakui bahwa sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Berau telah lebih dulu mengikuti ajang Pra Porprov di beberapa daerah di Kalimantan Timur.
Meski pencairan anggaran utama belum dilakukan, Dispora tetap berupaya memberikan dukungan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kami tidak berdiam diri. Beberapa cabor yang sudah lebih dulu bertanding tetap kami bantu, walau dengan dukungan terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, penganggaran kegiatan Pra Porprov melalui ABT merupakan hal yang lazim dilakukan, tidak hanya oleh Kabupaten Berau, tetapi juga oleh sebagian besar daerah lain di Kalimantan Timur.
Hal ini disebabkan waktu pelaksanaan kegiatan yang biasanya jatuh pada akhir tahun anggaran.
“Umumnya memang Pra Porprov dianggarkan lewat ABT, karena pelaksanaannya di penghujung tahun. Jadi bukan hanya Berau, daerah lain juga melakukan hal yang sama,” jelas Kesuma.
Sementara untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur tahun 2026 yang rencananya digelar di Kabupaten Paser, Dispora Berau juga telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp 3 miliar.
Namun, Kesuma memastikan jumlah tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi meningkat, tergantung dari kebutuhan dan jumlah cabor yang akan diikuti.
Dispora Berau saat ini masih menunggu keputusan resmi dari panitia Porprov Kaltim terkait jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
Dari total 63 cabor yang terdaftar, belum semuanya dipastikan akan dipertandingkan, mengingat adanya persyaratan minimal peserta dari tiap kabupaten/kota.
“Kaltim ada 10 kabupaten/kota, sementara syarat satu cabor bisa dipertandingkan minimal harus diikuti oleh enam daerah. Kalau kurang dari itu, maka cabor tersebut batal dipertandingkan,” jelasnya.
Kesuma menambahkan, kepastian jumlah cabor yang akan dipertandingkan sangat penting untuk menentukan besaran anggaran dan persiapan kontingen Berau ke depan.
Ia berharap penetapan jumlah cabor bisa segera dilakukan, agar setiap cabang olahraga di Berau dapat menyesuaikan program latihan dan kebutuhan perlengkapan dengan tepat.
“Kami juga masih menunggu keputusan resmi berapa jumlah cabor yang akan ditandingkan di Porprov nanti. Setelah itu baru bisa kami hitung kebutuhan anggaran yang lebih pasti,” pungkasnya.
Sementara Ketua Cabor Kurash Berau, Zulkiflianyah, mengaku sudah siap untuk mengikuti Pra Porprov dan tentunya dia berharap agar Pemkab Berau harus dapat memberikan bantuan sehingga para atlet dapat semangat dalam bertanding.
“Tentunya kami siap untuk turun, semoga saja Pemkab Berau terus mendukung kegiatan kita,” tutupnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi