Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pemkab Berau Dukung Gratispol dan Jospol Kaltim: Insentif Guru dan Pengurus Rumah Ibadah

Beraupost • Kamis, 26 Juni 2025 | 13:55 WIB
PENANDATANGANAN: Pemkab Berau berkomitmen mendukung program Gratispol dan Jospol Pemprov Kaltim dengan menandatangani MoU bersama 9 kabupaten/kota lainnya. (PROKOPIM UNTUK BERAU POST)
PENANDATANGANAN: Pemkab Berau berkomitmen mendukung program Gratispol dan Jospol Pemprov Kaltim dengan menandatangani MoU bersama 9 kabupaten/kota lainnya. (PROKOPIM UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan sembilan kabupaten/kota lainnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama mendukung pelaksanaan program sosial keagamaan dan insentif bagi pelayan publik di daerah.

MoU ini diteken bersamaan dengan penyerahan simbolis program Gratispol dan Jospol yang digelar di Gelora Kadrie Oening, Rabu (25/6).

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menyampaikan, kesepakatan ini akan menjadi landasan penting bagi sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam memperluas manfaat program-program sosial keagamaan dan pendidikan.

“MoU ini membuka peluang untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya peningkatan kesejahteraan, terutama untuk tenaga pendidik dan pengurus rumah ibadah yang selama ini jarang tersentuh program bantuan secara langsung,” ujarnya.

Penandatanganan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari peluncuran program Gratispol (Gratis Perjalanan Umrah dan Religi) serta Jospol (Insentif Guru dan Pengurus Rumah Ibadah).

Keduanya merupakan bagian dari janji politik yang kini mulai direalisasikan secara bertahap oleh Pemprov Kaltim.

Program ini membawa dampak langsung ke masyarakat, terutama di daerah seperti Berau yang memiliki wilayah luas dan karakter sosial keagamaan yang beragam.

“Program ini tentu sangat membantu, bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap peran mereka di masyarakat. Kami di kabupaten akan terus mendukung dan memastikan bahwa pelaksanaannya berjalan baik,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah, dalam merancang kebijakan yang bersifat lintas sektoral.

“Selama programnya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, kami pasti dukung. Prinsipnya, sinergi ini harus terus dijaga agar manfaatnya benar-benar terasa,” terangnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Seno Aji, menekankan bahwa program ini bukan sekadar seremonial atau slogan semata, tetapi bentuk kehadiran negara dalam memberikan apresiasi kepada kelompok masyarakat yang selama ini bekerja di balik layar.

“Gratispol ini bukan janji manis saat kampanye. Ini bukti pemerintah hadir. Ini wujud penghargaan terhadap para marbot, penjaga rumah ibadah, dan guru yang selama ini bekerja dengan penuh pengabdian,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pengurus rumah ibadah di Kaltim mencapai 3.187 orang.

Dari jumlah itu, 2.597 merupakan pengurus masjid, sisanya tersebar di gereja, pura, vihara, hingga klenteng.

Sementara untuk program Jospol, tercatat ada 31.545 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang akan menerima insentif, termasuk guru di pesantren, madrasah ibtidaiyah, dan madrasah tsanawiyah.

"Kami berharap program ini bukan hanya soal bantuan, tapi menjadi pemantik semangat. Semangat menjaga kedamaian, semangat membangun kebersamaan, dan semangat menyukseskan cita-cita kita bersama, Kaltim Sukses menuju Generasi Emas," tutupnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#Jospol Kaltim #nota kesepahaman #gratispol #pemprov kaltim