
BERAU POST - Geliat aktivitas pendidikan kembali terlihat pascabanjir bandang dampak dari siklon senyar yang meluluhlantakkan bangunan di sejumlah wilayah di Aceh Tamiang, Aceh Utara dan Aceh Timur pada penghujung November 2025.
Seluruh sektor kehidupan warga termasuk pendidikan sempat lumpuh total lantaran material lumpur yang menutup akses jalanan dan berbagai infrastruktur.
Selain memutus sejumlah akses dan mengisolasi beberapa wilayah, dampaknya juga mengakibatkan sejumlah fasilitas pendidikan, seperti bangunan sekolah, rusak.
Lumpur memadati setiap ruang kelas dan halaman sekolah. Sehingga, perlu penanganan dan perbaikan untuk kembali dapat berfungsi menjaga asa pendidikan anak-anak penyintas bencana.
Di teras sekolah yang masih menyisakan jejak lumpur banjir, anak-anak mulai berdatangan memasuki lapangan SD Negeri 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang, Aceh.
Tidak semuanya mengenakan seragam putih merah, pihak sekolah memberikan keringanan untuk menggunakan pakaian bebas tanpa memakai sepatu.
Dengan penuh semangat mereka berjalan menuju ruang kelas yang belum cukup rapi bahkan masih ada yang harus belajar di lantai, tanpa meja dan kursi.
Aktivitas belajar mengajar seadanya tersebut diiringi kegiatan pembersihan oleh personel gabungan dari prajurit TNI, Taruna Akademi Militel (Akmil), Akademi Aangkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademia Kepolisian (Akpol) , Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN) dan Kadet Universitas Pertahanan yang bahu membahu membuat ruang kelas dan sekolah kembali layak untuk digunakan.
Berbeda dengan SD Negeri 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang, anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 9 dan SD Negeri 4 Tanah Jambo Aye, Tanjung Ara, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, harus melaksanakan aktivitas belajar mengajar menumpang di halaman masjid dengan menggunakan tenda darurat, dikarenakan dinding ruang kelas yang ambruk dan fasilitas milik sekolah rusak berat.
Namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk menimba ilmu, bahkan sejak pagi mereka berdatangan menuju tenda darurat sambil menenteng meja belajar portable, ada yang mulai merapikan terpal yang dijadikan sebagai alas, adapula yang menyapu, membersihkan sampah-sampah di bawah tenda tersebut.



