Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Membangkitkan Mimpi yang Terbenam Lumpur Bencana

N
Penulis: Nurismi❯
TETAP BELAJAR: Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat di SD Negeri 4 Tanah Jambo Aye, Tanjung Ara, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. (NOVA WAHYUDI UNTUK BP)
TETAP BELAJAR: Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat di SD Negeri 4 Tanah Jambo Aye, Tanjung Ara, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. (NOVA WAHYUDI UNTUK BP)

Advertisement

BERAU POST - Geliat aktivitas pendidikan kembali terlihat pascabanjir bandang dampak dari siklon senyar yang meluluhlantakkan bangunan di sejumlah wilayah di Aceh Tamiang, Aceh Utara dan Aceh Timur pada penghujung November 2025.

Seluruh sektor kehidupan warga termasuk pendidikan sempat lumpuh total lantaran material lumpur yang menutup akses jalanan dan berbagai infrastruktur.

Selain memutus sejumlah akses dan mengisolasi beberapa wilayah, dampaknya juga mengakibatkan sejumlah fasilitas pendidikan, seperti bangunan sekolah, rusak.

Advertisement

Lumpur memadati setiap ruang kelas dan halaman sekolah. Sehingga, perlu penanganan dan perbaikan untuk kembali dapat berfungsi menjaga asa pendidikan anak-anak penyintas bencana.

Di teras sekolah yang masih menyisakan jejak lumpur banjir, anak-anak mulai berdatangan memasuki lapangan SD Negeri 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang, Aceh. 

Tidak semuanya mengenakan seragam putih merah, pihak sekolah memberikan keringanan untuk menggunakan pakaian bebas tanpa memakai sepatu.

Advertisement

Dengan penuh semangat mereka berjalan menuju ruang kelas yang belum cukup rapi bahkan masih ada yang harus belajar di lantai, tanpa meja dan kursi.

Aktivitas belajar mengajar seadanya tersebut diiringi kegiatan pembersihan oleh personel gabungan dari prajurit TNI, Taruna Akademi Militel (Akmil), Akademi Aangkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademia Kepolisian (Akpol) , Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN) dan Kadet Universitas Pertahanan yang bahu membahu membuat ruang kelas dan sekolah kembali layak untuk digunakan.

Berbeda dengan SD Negeri 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang, anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 9  dan SD Negeri 4 Tanah Jambo Aye, Tanjung Ara, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, harus melaksanakan aktivitas belajar mengajar menumpang di halaman masjid dengan menggunakan tenda darurat, dikarenakan dinding ruang kelas yang ambruk dan fasilitas milik sekolah rusak berat.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk menimba ilmu, bahkan sejak pagi mereka berdatangan menuju tenda darurat sambil menenteng meja belajar portable, ada yang mulai merapikan terpal yang dijadikan sebagai alas, adapula yang menyapu, membersihkan sampah-sampah di bawah tenda tersebut. 

Advertisement

Artikel Terkait

Pastikan Kualitas Pangan Anak, Pemkab Berau SIapkan Inspeksi 14 Dapur Pelayanan Pemenuhan Gizi

Pastikan Kualitas Pangan Anak, Pemkab Berau SIapkan Inspeksi 14 Dapur Pelayanan Pemenuhan Gizi

Ketua Satgas MBG Muhammad Said tindak lanjuti edaran Mendagri guna verifikasi operasional vendor SPPG.

Penuhi Kebutuhan Makan Bergizi Gratis, Pemkab Berau Petakan Komoditas Pertanian Unggulan Kampung

Penuhi Kebutuhan Makan Bergizi Gratis, Pemkab Berau Petakan Komoditas Pertanian Unggulan Kampung

Plt Kadis Tenteram Rahayu dorong petani sesuaikan jenis tanaman dengan standar menu ketat SPPG.

Lima Dapur MBG Disuspend Pusat, Komisi II Gelar RDP Bersama Mitra SPPG

Lima Dapur MBG Disuspend Pusat, Komisi II Gelar RDP Bersama Mitra SPPG

Komisi II DPRD Tarakan dorong BGN buka suspend 5 dapur MBG usai pengelola penuhi catatan perbaikan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer