Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Disdik Berau Pastikan SPMB 2025 Transparan: Anti Jual Beli Kursi Sekolah!

Beraupost • Senin, 16 Juni 2025 | 11:45 WIB
DIPANTAU: Disdik Berau berkomitmen memantau seluruh tahapan SPMB 2025 berjalan adil, tanpa adanya transaksi jual beli kursi. (SENO/BP)
DIPANTAU: Disdik Berau berkomitmen memantau seluruh tahapan SPMB 2025 berjalan adil, tanpa adanya transaksi jual beli kursi. (SENO/BP)

TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk terus memantau proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 agar berjalan transparan dan bersih dari praktik jual beli kursi sekolah.

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan, pihaknya sangat serius dalam mengawal jalannya proses penerimaan siswa baru, termasuk dalam mengantisipasi potensi penyimpangan.

“Terkait praktik jual beli kursi sekolah, kami dari Disdik Berau sangat serius dalam menangani hal ini,” ujarnya belum lama ini.

Mardiatul menyampaikan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi praktik jual beli kursi di wilayah Berau.

Namun demikian, pihaknya tetap waspada dan akan terus melakukan pemantauan secara ketat selama tahapan berlangsung.

“Kami telah melakukan pemantauan ketat dan belum menemukan kasus serupa di Berau. Namun, kami tetap waspada dan akan terus memantau situasi,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut aktif mengawasi, dan tidak segan melaporkan jika menemukan praktik tidak wajar dalam proses penerimaan siswa.

Menjelang pelaksanaan SPMB 2025, Disdik Berau telah melakukan sejumlah persiapan, termasuk menggandeng berbagai pihak untuk memastikan proses penerimaan berjalan lancar dan sesuai aturan.

Untuk tahapan SPMB 2025, dari Disdik Berau telah melakukan persiapan matang dengan melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan berbagai pihak terkait .

Seperti Disdukcapil Berau, Lurah di Kecamatan Tanjung Redeb, Dinas Sosial, pengurus MKKS serta K3S.
Disdik Berau juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kementerian Pendidikan,

Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang memantau ketat praktik kecurangan dalam penerimaan siswa.

“Kami sangat mendukung upaya Kemendikdasmen dalam memantau ketat praktik jual beli kursi sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, peran sekolah dan orangtua sangat penting dalam mencegah terjadinya praktik-praktik tidak etis tersebut.

“Kami juga mengimbau kepada pihak sekolah dan wali murid untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan praktik tersebut,” tutup Mardiatul.

Dengan pengawasan ketat dan kerja sama dari semua pihak, Disdik Berau berharap proses SPMB 2025 berjalan transparan, adil, dan berintegritas.

Dilansir dari Jawapos, masyarakat diwanti-wanti tak main-main dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

Tahun ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperketat proses pengawasan dengan menggandeng Kementerian Dalam Negeri, Ombudsman RI, KPK, hingga Polri.

Kerja sama ini diwujudkan dalam Forum Bersama Pengawasan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (11/6) yang lalu.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendkasmen) Fajar Riza Ulhaq mengungkapkan, butuh pengawasan kolektif yang sifatnya konstruktif agar proses SPMB bisa mencapai tujuan yang diharapkan.

Kehadiran berbagai elemen dari kementerian dan lembaga menunjukkan komitmen kuat untuk sama-sama mengawal proses SPMB ini bisa lebih baik daripada PPPD tahun lalu.

Diakunya, pihaknya sempat mendengar mengenai sejumlah kejadian menyangkut SPMB di beberapa daerah. Salah satunya, yang tengah ramai di Bandung.

“Misalnya di Bandung kemarin, kita dengar ada satu kasus, yang itu juga kata Pak Wali Kota masih proses pendalaman ya. Kita harapkan hal-hal yang semacam itu tidak terulang dan itu bisa kita mitigasi jauh-jauh hari,” paparnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#transparan #Disdik Berau #spmb