Wabup Berau Tinjau SD Gurimbang Terdampak Longsor, Rencanakan Perbaikan Segera
Beraupost• Sabtu, 5 April 2025 | 14:37 WIB
TINJAU LOKASI: Wakil Bupati Berau, Gamalis meninjau SD 001 Gurimbang yang terdampak longsor sehingga menyebabkan kerusakan pada satu kelas belajar siswa. (SENO/BP)
SAMBALIUNG – Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau langsung lokasi longsor yang menimpa satu rombongan belajar di SD 001 Gurimbang pada Kamis (3/4) lalu.
Longsor tersebut menyebabkan satu ruang kelas tidak dapat digunakan, sehingga mengganggu proses belajar-mengajar siswa di sekolah tersebut.
Dalam kunjungannya, Gamalis menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut dan memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera mengambil langkah-langkah konkret.
“Untuk sementara, kami akan lakukan penanganan darurat agar ruang kelas yang terdampak bisa segera difungsikan kembali. Ini penting agar proses belajar siswa tidak terganggu terlalu lama,” ujar Gamalis saat meninjau lokasi pada Sabtu (5/4).
Ia menambahkan bahwa Pemkab Berau juga telah merancang solusi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Salah satunya adalah dengan memperkuat struktur tanah di sekitar sekolah yang rawan longsor.
“Perbaikan permanen di sisi yang longsor akan kita anggarkan pada APBD Perubahan tahun 2025. Ini sudah kami catat sebagai prioritas,” tegasnya.
Selain meninjau bangunan yang terdampak, Wakil Bupati juga berdialog dengan pihak sekolah dan warga sekitar untuk menyerap masukan terkait kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
Pemkab berharap upaya cepat ini dapat memulihkan aktivitas belajar-mengajar, sekaligus menjadi langkah awal menuju perbaikan yang lebih menyeluruh.
“Kita akan lakukan secepatnya, nanti akan dilakukan mediasi dahulu. Karena antara jalan dengan sekolah ada pemiliknya, kita minta tolong pak Camat dan Kakam untuk mediasi agar bisa diperbaiki,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala SD 001 Gurimbang, Tri Eni Nurhayati menceritakan kejadian longsor yang terjadi di SD 001 Gurimbang, yang baru diketahui pada Kamis (3/4) menyebabkan satu ruang kelas rusak.
Adanya kerusakan itupun baru diketahui pihak sekolah baru mengetahui kejadian tersebut.
“Kejadiannya kami ketahui Kamis sore, waktu itu sekolah memang sedang libur karena siswa masih dalam masa libur hingga 9 April,” ujar Tru Eni, Sabtu (5/4).
Menurutnya, dari beberapa ruang kelas yang ada, hanya ruang kelas VI yang mengalami kerusakan akibat longsor. Beruntung, saat kejadian, ruang tersebut dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban.
Tru Eni menjelaskan bahwa meski hanya satu ruang yang rusak, ada kekhawatiran terhadap kondisi ruang kelas lainnya jika curah hujan tinggi kembali terjadi. Beberapa titik di lingkungan sekolah dinilai cukup rawan terdampak, terutama ketika hujan turun deras.
“Kalau hujan deras, ada beberapa kelas lain yang juga mulai terdampak. Kami harap perbaikan bisa menyeluruh, tidak hanya yang rusak karena longsor saja,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah daerah bisa segera melakukan penanganan, baik darurat maupun jangka panjang, agar aktivitas belajar-mengajar dapat berjalan normal kembali pasca-libur.
Kondisi lingkungan sekolah yang berada di dataran tinggi dengan sisi tanah curam menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan infrastruktur sekolah tersebut. (sen/smi)