TANJUNG REDEB – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau menggelar mediasi antara ratusan karyawan dan pensiunan PT Kertas Nusantara (KN) dengan manajemen baru perusahaan.
Hal tersebut, berkaitan dengan tuntutan hak karyawan yang tertunda selama lebih dari 12 tahun, kemarin (28/2).
Dalam mediasi itu, perusahaan kata Koordinator Karyawan dan Pensiunan PT KN, Sabrin, hanya diminta segera merealisasikan hak-hak karyawan dan pensiunan yang tertunda.
"Pihak PT KN selalu menggiring pembicaraan pada masalah pabrik, padahal kami tidak ingin tahu permasalahan pabrik. Yang kami tuntut adalah hak-hak kami sesuai SK yang ditandatangani. Jika memang Plt Direktur Umum PT KN memiliki kewenangan, maka segera bayar hak kami," tegasnya.
Untuk mempercepat pemenuhan hak pun katanya, hasil pertemuan ini diharapkan dapat disampaikan langsung kepada pemilik perusahaan yang kini menjadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pihaknya pun menjanjikan, jika tidak kunjung ada respons dari manajemen, para karyawan dan pensiunan siap menggelar aksi.
"Direksi perlu duduk bersama dan mengakomodir tuntutan kami. Jika tidak ada reaksi, kami akan turun aksi," janjinya.
Menjawab hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Umum PT KN, Ikhwan Amiruddin, memastikan bahwa perusahaan tidak pernah lepas tangan terhadap hak-hak karyawan, meskipun perusahaan sempat vakum hampir 12 tahun.
"Kami berbeda. Walaupun hampir 12 tahun tidak berproduksi, kami tidak pernah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Saat mereka pensiun, tunjangan tetap akan diberikan sesuai kebijakan yang berlaku," tegasnya Jumat (28/2).
Hanya saja sebutnya, karena kondisi yang tidak memungkinkan, pihaknya belum bisa merealisasikan semua tuntutan. Pun saat ini fokus untuk membenahi pabrik dan mesin terlebih dahulu agar produksi bisa kembali berjalan.
Untuk menunjukkan komitmennya, perusahaan telah memberikan bantuan sebesar Rp 1 juta per bulan kepada para pensiunan, sebagai bentuk perhatian meski belum bisa melunasi seluruh tunggakan.
Ikhwan memastikan hubungan perusahaan dengan para karyawan tetap terjalin baik, bahkan ketika masa-masa sulit.
"Hubungan kami dengan karyawan layaknya hubungan ayah dan anak. Kami akan terus berusaha memberikan win-win solution agar semua pihak bahagia," bebernya.
Lanjutnya, perusahaan kini memprioritaskan perbaikan fasilitas pabrik yang rusak, dengan harapan uji coba produksi bisa dilakukan akhir tahun 2025 ini.
Jika berhasil, PT KN akan kembali beroperasi penuh, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Berau.
Rekrutmen saat ini juga masih dilakukan secara terbatas, karena sifatnya pembenahan pabrik yang secara spesifik dulu.
Secara umum, pihaknya masih memanfaatkan karyawan lama. Hanya saja kemungkinan dalam dua tahun ke depan akan ada lagi rekrutmen baru, mengingat usia karyawan lama yang sudah tidak muda lagi.
"Saat ini yang dibutuhkan mungkin orang teknik dulu. Tapi kita prioritas selalu tenaga kerja lokal seperti pembersihan fasilitas juga kami libatkan dari masyarakat kampung," paparnya.
Dengan dukungan semua pihak, diharapkan konflik ini bisa terselesaikan secara damai tanpa merugikan salah satu pihak, sekaligus menjadi momentum kebangkitan PT KN di masa depan. (*/aja/sam)
Editor : Nurismi