TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau dikenal kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Terbaru, diketahui di daerah pesisir tepatnya di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, disebut memiliki peluang dama pengelolaan pasir silika atau pasir kuarsa.
Bahkan disebut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, di Kampung Tanjung Batu, estimasi umur tambang pasir silika diperkirakan dapat bertahan hingga 30 tahun.
Hal ini tentu membuka peluang jangka panjang untuk investasi dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Adapun pasir silika bebernya, dikenal sebagai bahan baku penting dalam berbagai industri seperti pembuatan kaca, panel surya, genteng, logam, hingga perangkat elektronik.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan
"Kami terus mengumpulkan data dan informasi tentang cadangan pasir silika yang ada, tidak hanya di Tanjung Batu, tapi juga di wilayah pesisir lainnya," ujarnya diwawancara belum lama ini.
Ditegaskannya, Pemkab Berau sangat terbuka lebar terhadap peluang investasi di sektor tersebut, dan pihaknya siap memberikan dukungan penuh bagi investor yang tertarik untuk terlibat dalam pengelolaan dan penambangan pasir silika.
Menurutnya, pasir silika ini berpotensi memberikan nilai ekonomi yang signifikan.
Selain dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor ini juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
Di mana saat ini masih sangat bergantung pada sektor lain seperti pertambangan batu bara dan perkebunan.
"Investasi ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga diyakini akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah," bebernya.
Lebih lanjut diterangkannya, pasir silika juga dianggap sebagai langkah penting dalam mendiversifikasi perekonomian Kabupaten Berau, mengingat selama ini ekonomi daerah lebih didominasi oleh sektor pertambangan dan perkebunan.
Pengelolaan pasir silika diharapkan bisa menjadi sektor unggulan baru yang dapat memperkuat fondasi ekonomi Berau di masa depan.
"Kami berharap sektor ini bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang dapat bertahan dalam jangka panjang," sambungnya.
Dirinya pun menekankan pentingnya pengelolaan investasi dengan bijaksana dan sesuai regulasi yang berlaku, serta memperhatikan aspek keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.(*/aja/sam)
Editor : Nurismi