Dipastikan Aman Dan Operasional Normal, Kebakaran PT Kiani Kertas Nusantara Berhasil Ditangani

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 18:05 WIB
ASAP TEBAL: Kepulan asap putih membumbung tinggi di area PT Kiani Kertas Nusantara, asap diduga berasal dari kebakaran eks workshop perusahaan. (DISASTER UNTUK BERAU POST)
ASAP TEBAL: Kepulan asap putih membumbung tinggi di area PT Kiani Kertas Nusantara, asap diduga berasal dari kebakaran eks workshop perusahaan. (DISASTER UNTUK BERAU POST)

BERAU POST - Suara ledakan menggegerkan warga Pilanjau, Suaran, Mangkajang hingga ke Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, Rabu (29/7) sekira pukul 10.00 Wita.

Tidak berselang lama, kepulan asap putih membumbung tinggi, dan terlihat hingga jarak beberapa kilo. Menurut saksi mata, Sabri, asap terlihat dari dalam area PT Kiani Kertas Nusantara.

“Api tidak kelihatan, tapi ada ledakan dan tetiba asap tebal,” ujarnya.

Menurutnya, kepulan asap itu diduga akibat kebakaran dari dalam area lahan milik perusahaan tersebut.

“Ledakan hanya satu kali,” tambahnya.

Terpisah, Kapolsek Sambaliung, Iptu Agus Riadi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya langsung mengerahkan personel untuk melakukan pengecekan di lokasi, guna memastikan kondisi sebenarnya.

“Korban akibat ledakan informasinya tidak ada. Anggota sudah saya perintahkan menuju lokasi, namun tetap berhati-hati karena kawasan tersebut merupakan objek vital nasional (Obvitnas),” tegasnya.

Perwira balok dua di pundak tersebut menambahkan, berdasarkan informasi di tempat kejadian perkara (TKP), sumber ledakan diduga berasal dari gudang bekas kontraktor yang mengalami kebakaran. Meski demikian, fasilitas utama pabrik, termasuk peralatan di area boiler, dilaporkan dalam kondisi aman.

Sementara itu, Humas PT Kiani Kertas Nusantara, Tomi yang dikonfirmasi pada Rabu (29/7) membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, sesuai dengan vidio yang beredar, memang ada kebakaran di area PT Kiani Kertas Nusantara, namun tepatnya di area pembuangan sampah sementara. 

“Diduga masih ada tercampur dengan batu kapur damping, bekas pemakaian juga. Hasil investigasi sementara seperti itu,” jelasnya.

Tomi membantah bahwa area tersebut merupakan area limbah B3. Melainkan hanya bekas workshop yang sudah tidak terpakai dan digunakan untuk area pembuangan sampah sementara.

“Untuk ledakan kemungkinan batu kapur itu ya. Tapi kami masih investigasi,” tegasnya.

Akibat musibah kebakaran ini, Tomi memastikan tidak ada korban jiwa, tidak ada kerugian apapun. Dan ini murni kelalaian. Namun ini menjadi pelajaran untuk dievaluasi ke depannya, mengenai sampah B3 ini. 

“Sudah dipisahkan sebenarnya (sampahnya,red),” tuturnya.

Akibat kejadian ini dipastikan opersional perusahaan tidak terganggu sama sekali. “Kejadian sekira pukul 10.00 Wita. Bangunan yang terbakar merupakan bekas workshop yang tidak dipakai. Dan tempat penyimpanan sampah non B3,” tutupnya. (hmd)

Editor : Nurismi
PT Kiani ledakan