BERAU POST – Turnamen Volleyball School Competition (VSC) 2026, sukses digelar dan mendapat sambutan antusias dari kalangan pelajar di Kabupaten Berau.
Kompetisi yang diikuti 12 tim SMA/sederajat dari berbagai wilayah, termasuk sekolah-sekolah di kawasan pesisir, menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet muda sekaligus mempererat silaturahmi antarpelajar.
Setelah melalui pertandingan yang berlangsung sengit, SMAN 14 Berau (Biatan) berhasil keluar sebagai juara pertama usai tampil konsisten sepanjang turnamen.
Atas prestasi tersebut, tim berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta beserta piala. Posisi runner-up diraih SMAN 15 Berau (Pesayan) yang memperoleh hadiah Rp 1,5 juta dan piala.
Sementara peringkat ketiga ditempati SMAN 10 Berau (Batu Putih) dengan hadiah Rp 1 juta dan piala. Adapun posisi Harapan I atau peringkat keempat diraih MAN Berau yang menerima hadiah Rp 500 ribu beserta piala.
Selain penghargaan untuk tim terbaik, panitia juga memberikan apresiasi kepada pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP) yang diraih Devonnando Chrostofer Pangalo, pemain bernomor punggung 7 yang berposisi sebagai Outside Hitter. Ia menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp 300 ribu atas penampilan impresifnya selama turnamen.
Atmosfer pertandingan semakin semarak berkat dukungan suporter yang memenuhi arena. Penghargaan Best Supporter pun diberikan kepada MAN Berau, yang dinilai paling kreatif dan sportif dalam memberikan dukungan kepada timnya. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan hadiah berupa Mystery Box.
Ketua Panitia Volleyball School Competition 2026, Safwan Pratama, mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai harapan.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini menjadi pengalaman berharga bagi panitia yang seluruhnya merupakan mahasiswa semester empat dalam rangka memenuhi tugas akhir perkuliahan.
“Saya sangat bersyukur dan bangga acara ini bisa berjalan lancar dan meriah. Ini merupakan pengalaman pertama kami memimpin event sebesar ini. Bahkan, Volleyball School Competition menjadi turnamen voli pertama yang digelar di Berau pada tahun ini,” ujarnya.
Safwan menjelaskan, penyelenggaraan kompetisi bukan tanpa hambatan. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari proses koordinasi, keterbatasan pendanaan, hingga memastikan seluruh peserta, terutama yang berasal dari daerah pesisir dengan jarak tempuh yang cukup jauh, dapat mengikuti pertandingan dengan nyaman.
Namun, seluruh perjuangan tersebut terbayar saat melihat antusiasme para atlet, semangat para suporter, hingga ramainya pelaku UMKM yang ikut meramaikan kegiatan.
“Melihat senyum para pemain, semangat para suporter, dan UMKM yang ikut berkembang selama kegiatan berlangsung membuat semua lelah kami terbayar. Volleyball School Competition bukan sekadar turnamen olahraga, tetapi menjadi bukti bahwa anak muda Berau mampu berkolaborasi, berkarya, dan menghadirkan ruang positif bagi generasi muda,” katanya.
Ia menambahkan, turnamen tersebut juga berhasil memadukan unsur olahraga, ekonomi kreatif, dan konten digital dalam satu kegiatan, sehingga memberikan dampak yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi olahraga.
Meski demikian, Safwan mengakui masih terdapat berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Evaluasi akan dilakukan agar penyelenggaraan di masa mendatang dapat berjalan lebih baik.
“Masih banyak yang perlu kami benahi. Kami belajar dari setiap kekurangan yang ada. Justru dari pengalaman ini kami semakin yakin bahwa Volleyball School Competition memiliki masa depan yang baik dan layak untuk terus dikembangkan,” ungkapnya.
Ke depan, pihak panitia berharap Volleyball School Competition dapat menjadi agenda tahunan di Kabupaten Berau dengan skala yang lebih besar.
Tidak hanya mempertandingkan kategori putra tingkat SMA, tetapi juga membuka kategori putri hingga tingkat SMP. Selain itu, panitia juga ingin melibatkan lebih banyak sponsor, pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta menggandeng media lokal agar gaung kompetisi semakin luas.
“Kami ingin Volleyball School Competition menjadi wadah lahirnya atlet-atlet muda berbakat sekaligus ruang silaturahmi bagi pelajar di Berau. Voli bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga tentang kebersamaan, sportivitas, healing, dan kebanggaan membawa nama sekolah maupun daerah,” tutup Safwan. (aky/hmd)
Editor : Nurismi