BERAU POST - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau memanfaatkan ajang Expo Dekranas 2026 sebagai sarana memperluas promosi produk unggulan daerah.
Pameran kriya dan wastra tingkat nasional yang digelar di Mal Trans Studio Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9–12 Juli 2026 itu menjadi wadah bagi para perajin Berau untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada pasar yang lebih luas.
Keikutsertaan Berau merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas yang mencapai puncaknya pada Jumat (10/7).
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Dekranas, Silvi Gibran Rakabuming, bersama pengurus Dekranas dan Dekranasda dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada pameran tersebut, Dekranasda Berau menghadirkan langsung para perajin lokal beserta beragam produk andalan.
Mulai dari aksesori berbahan batu alam khas Bumi Batiwakkal yang diolah menjadi bros, gelang, dan kalung, hingga wastra bermotif kekayaan alam Berau serta tas anyaman rotan yang tengah diminati pasar.
Ketua Dekranasda Berau, Brigjen Pol (Purn) Edy Suswanto, mengatakan pameran berskala nasional menjadi peluang penting untuk memperkenalkan potensi kerajinan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Momentum ini membawa perajin Berau go nasional bahkan mendunia,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme pengunjung terhadap stan Berau menjadi bukti bahwa produk kerajinan lokal memiliki daya saing dan daya tarik tersendiri.
Karena itu, Dekranasda akan terus memperkuat pembinaan kepada para perajin, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, hingga pendampingan dalam pengurusan legalitas usaha.
“Kami ingin perajin terus berkembang dan ekonomi masyarakat ikut meningkat,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutannya pada puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas yang mengusung tema Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia, Ketua Umum Dekranas Silvi Gibran Rakabuming menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembinaan bagi para perajin dan pelaku UMKM.
Ia menilai pembinaan harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi pelaku usaha, sehingga produk yang dihasilkan semakin kompetitif di pasar global.
Menurutnya, kualitas produk, kemasan, serta kapasitas produksi menjadi faktor penting agar kerajinan Indonesia mampu menembus pasar internasional.
Silvi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dekranas dan Dekranasda di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang selama ini konsisten mendampingi para perajin. Ia menegaskan Dekranas harus menjadi rumah bagi para perajin untuk terus berkembang dan memperluas pasar.
Puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas ditandai dengan penabuhan gandrang pakanjara, pemotongan tumpeng, serta peninjauan lebih dari 200 stan pameran yang menampilkan karya unggulan Dekranasda dari seluruh Indonesia. (sen/hmd)
Editor : Nurismi