BERAU POST - Lapangan futsal menjadi ruang pertemuan bagi para alumni lintas generasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Berau dalam gelaran perdana MAN Generation Cup 2026.
Bukan hanya menghadirkan persaingan olahraga, turnamen yang diikuti 19 tim tersebut menjadi ajang mempererat kembali hubungan antarangkatan yang sempat terpisah oleh waktu.
Setelah melalui rangkaian pertandingan dengan sistem grup hingga babak akhir, MMXV Angkatan 2015 berhasil mencatatkan namanya sebagai juara pertama turnamen tersebut.
Penampilan konsisten sepanjang kompetisi membawa mereka menjadi kampiun perdana dalam ajang yang mengusung semangat kebersamaan keluarga besar MAN Berau.
Sementara itu, Fuerza Angkatan 2018 harus puas berada di posisi kedua. Eighteen Angkatan 2018 mengamankan peringkat ketiga, sedangkan Hanaku Angkatan 2014 menempati posisi keempat.
Meski menghadirkan atmosfer kompetitif di dalam lapangan, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mencari pemenang. Turnamen tersebut dirancang sebagai wadah memperkuat silaturahmi antara alumni, guru, dan siswa MAN Berau dari berbagai generasi.
Kepala Madrasah MAN Berau, Khoiri Rohmanilah, menilai keberhasilan pelaksanaan turnamen tidak terlepas dari kerja sama dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat, terutama panitia penyelenggara.
“Yang paling kami apresiasi adalah semangat kebersamaan yang muncul dari kegiatan ini. Dengan persiapan dan kerja keras panitia, kegiatan perdana ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Ia berharap MAN Generation Cup dapat menjadi agenda yang terus berkembang dan menjadi sarana memperkuat hubungan keluarga besar MAN Berau.
“Kami ingin kegiatan seperti ini terus hadir, karena bukan hanya tentang pertandingan, tetapi bagaimana guru, alumni, dan siswa tetap memiliki ikatan yang kuat,” tambah Khoiri.
Ketua IKA MAN Berau, Ahmadong, menyebut turnamen tersebut menjadi salah satu kegiatan positif yang mampu mempertemukan kembali alumni dari berbagai angkatan.
“Ini menjadi momentum yang sangat baik bagi alumni MAN Berau untuk kembali berkumpul. Melalui olahraga, komunikasi dan rasa kekeluargaan antarangkatan bisa terbangun kembali,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kesiapan panitia yang mampu merealisasikan kegiatan meski waktu persiapan relatif singkat.
“Dalam waktu yang tidak terlalu panjang, panitia mampu menghadirkan kegiatan yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa ketika ada semangat bersama, sesuatu yang besar bisa diwujudkan,” katanya.
Ketua Panitia MAN Generation Cup 2026, Ariyanto, menjelaskan bahwa ide awal turnamen berasal dari keinginan alumni untuk membuat kegiatan yang dapat mempererat hubungan lintas generasi.
“Awalnya kegiatan ini lahir dari inisiatif teman-teman alumni, terutama angkatan 2019. Namun dalam prosesnya banyak pihak ikut memberikan dukungan, termasuk kawan-kawan OSIS yang ikut membantu menyukseskan acara ini,” jelasnya.
Menurut Ariyanto, kemenangan dalam turnamen hanyalah bagian kecil dari keseluruhan kegiatan.
“Pertandingan memang menghasilkan juara, tetapi nilai terbesar dari kegiatan ini adalah bagaimana alumni dari berbagai angkatan bisa kembali bertemu, berkomunikasi, dan menjaga hubungan baik,” pungkasnya.
Editor : Nurismi