BERAU POST – Seorang nelayan bernama Suriansyah (47) asal Kampung Batu Putih dilaporkan hilang saat melaut di perairan Batu Putih, Minggu (24/5).
Hilangnya nelayan tersebut pertama kali diketahui setelah rekan korban sesama nelayan merasa curiga, karena korban tak kunjung kembali ke rumah usai pergi melaut sejak Sabtu (23/5) lalu.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi, Moch Nur Alimi Zain mengatakan, laporan awal diterima anggota Markas Unit Patroli Berau sekitar pukul 11.00 Wita pada Minggu, terkait seorang nelayan yang diduga hilang di perairan Batu Putih.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk proses pencarian korban,” ujarnya kepada awak media.
Korban diketahui warga RT 016 yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan tradisional yang rutin mencari ikan di wilayah perairan sekitar kampungnya.
Berdasarkan keterangan saksi, hilangnya korban mulai terungkap ketika salah seorang rekannya, menghubungi istri korban sekitar pukul 08.00 Wita pada Minggu pagi untuk menanyakan keberadaan Suriansya.
Namun, istri korban mengaku belum melihat suaminya kembali ke rumah sejak berangkat melaut pada Sabtu sekitar pukul 15.00 Wita.
“Mendengar informasi tersebut, rekan korban langsung berinisiatif melakukan pencarian ke lokasi yang biasa digunakan korban mencari ikan di laut,” ungkapnya.
“Sesampainya di lokasi, ia hanya menemukan perahu korban beserta perlengkapan alat pancing yang masih berada di atas perahu. Sementara korban tidak ditemukan di sekitar lokasi,” sambungnya.
Temuan tersebut diberitahukan kepada keluarga korban dan memicu kepanikan warga sekitar. Tak lama kemudian, adik ipar korban, melaporkan kejadian itu kepada anggota Pos Polairud di Batu Putih agar segera dilakukan upaya pencarian.
“Selain itu, petugas turut meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui kronologi pasti kejadian dan kemungkinan penyebab hilangnya korban,” katanya.
Sementara itu, perahu korban beserta seluruh perlengkapan alat pancing telah diamankan di Pos Polairud Batu Putih sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Hingga Minggu sore, proses pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir area perairan tempat korban biasa mencari ikan.
Warga sekitar bersama nelayan lainnya juga turut membantu melakukan pencarian secara manual menggunakan perahu tradisional. “Pencarian masih terus dilakukan dan sampai saat ini kami belum berhasil menemukan korban,” ucapnya.
“Jika masih belum membuahkan hasil pencarian juga akan diperluas, dan mudah-mudahan korban dapat ditemukan,” tutupnya.(aky/arp)
Editor : Nurismi