Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bukan Sekadar Ceramah, Disdik Berau Pakai Media Film untuk Sadarkan Siswa Bahaya Bullying

Nurismi • Rabu, 29 April 2026 | 18:20 WIB
NOBAR: Kepala Dinas Pendidikan, Mardiatul Idalisah berfoto bersama usai menonton film tentang edukasi bullying di salah satu bioskop di Tanjung Redeb. (BERAU POST)
NOBAR: Kepala Dinas Pendidikan, Mardiatul Idalisah berfoto bersama usai menonton film tentang edukasi bullying di salah satu bioskop di Tanjung Redeb. (BERAU POST)

BERAU POST - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, menggunaan film untuk menekan aksi bully atau perundungan di sekolah. Baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Ia yang dikonfirmasi pada Selasa (28/4) mengakui, pendekatan melalui film lebih mudah dipahami para peserta didik. Selain edukasi, ia juga memberikan pemahaman bahaya perundungan.

“Jika dijelaskan hanya melalui tulisan dan dibacakan akan sulit dicerna,” ujarnya.

Menurutnya, banyak kasus bullying yang selama ini dianggap sepele, padahal dapat meninggalkan dampak psikologis serius bagi korban, terutama pada anak usia sekolah.

“Bullying itu bukan hanya pukul-memukul, tapi ada banyak bentuk lain yang perlu dipahami bersama. Nanti ini bisa kita jelaskan lebih rinci kepada anak-anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ancaman cyberbullying kini semakin nyata karena anak-anak sangat dekat dengan penggunaan gawai dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, guru perlu memiliki pemahaman yang kuat agar mampu mendeteksi dan mencegah kasus sejak dini.

Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang menekankan pentingnya menciptakan ruang belajar bebas kekerasan.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar, terutama bagi dunia pendidikan di Kabupaten Berau,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Disdik berharap para guru dan kepala sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam membangun budaya sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari segala bentuk perundungan, baik di ruang kelas maupun di dunia maya.

“Kami ingin stop aksi perundungan, edukasi ini menjadi media penting untuk anak-anak penerus bangsa,” tutupnya. (hmd)

Editor : Nurismi
#cegah perundungan #nonton bareng #Disdik Berau