Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sempat Hilang Kontak, 3 Nelayan Tanjung Redeb Berhasil Pulang Selamat Usai Terombang-ambing di Laut

Beraupost • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:30 WIB

SELAMAT: Para korban yang sempat dinyatakan hilang saat melaut kini sudah kembali bersama keluarga masing-masing. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
SELAMAT: Para korban yang sempat dinyatakan hilang saat melaut kini sudah kembali bersama keluarga masing-masing. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Tiga nelayan asal Tanjung Redeb, sempat dilaporkan hilang setelah melaut di perairan sekitar Pulau Derawan.

Mereka terombang-ambing di tengah laut selama beberapa hari akibat kerusakan mesin kapal sebelum akhirnya berhasil kembali ke daratan dengan selamat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/3) sekitar pukul 18.27 Wita lalu, di perairan antara Pulau Derawan dan Pulau Maratua.

Ketiga nelayan yang diketahui berdomisili di kawasan Jalan PD Guna itu awalnya berangkat melaut untuk mencari ikan di sekitar bagan atau rumpun.

Namun di tengah perjalanan, kapal yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan akhirnya terombang-ambing di laut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, Nofian Hidayat menjelaskan bahwa kapal nelayan tersebut awalnya menuju lokasi penangkapan ikan.

Akan tetapi, kerusakan mesin membuat mereka terpaksa bertahan di tengah laut selama kurang lebih tiga hari.

“Beruntung, setelah beberapa hari terombang-ambing, kapal nelayan dari Tanjung Batu yang melintas melihat kondisi mereka dan memberikan pertolongan,” ucapnya.

“Kapal tersebut kemudian ditarik menuju perairan Tanjung Batu untuk dilakukan perbaikan mesin,” ujarnya.

Setelah mesin kapal berhasil diperbaiki, para nelayan tersebut kembali melanjutkan perjalanan menuju lokasi bagan untuk menangkap ikan.

Namun nahas, di tengah perjalanan mesin kapal kembali mengalami kerusakan sehingga mereka kembali terombang-ambing di laut selama sekitar lima hari.

Dalam kondisi tersebut, ketiga nelayan sempat melakukan komunikasi terakhir dengan keluarga dan pemilik kapal sebelum akhirnya tidak dapat dihubungi lagi.

Hal ini terjadi karena telepon genggam yang mereka gunakan mengalami kerusakan.

“Informasi yang kami terima, mereka sempat melakukan komunikasi terakhir dengan istri dan pemilik kapal sebelum akhirnya tidak bisa dihubungi lagi karena handphone yang digunakan rusak,” jelas Nofian.

Situasi ini sempat membuat pihak keluarga khawatir karena para nelayan tidak memberikan kabar selama beberapa hari.

Keberadaan kapal akhirnya diketahui setelah pihak Polsek Pulau Derawan menerima laporan adanya kapal nelayan yang bersandar di wilayah Tanjung Batu.

“Setelah ada informasi bahwa kapal tersebut bersandar di wilayah mereka, barulah diketahui kondisi para nelayan tersebut dalam keadaan selamat,” tambahnya.

Setelah situasi dinyatakan aman dan kondisi kapal memungkinkan untuk digunakan, ketiga nelayan tersebut akhirnya kembali ke rumah masing-masing.

“Saat ini ketiganya sudah berhasil kembali ke rumah dalam keadaan sehat walafiat,” pungkasnya.

Hal tersebut juga dibenarkan Kapolsek Polsek Pulau Derawan, Iwan Purwanto. Ia menyebut pihaknya menerima laporan mengenai kapal nelayan yang bersandar di dermaga Tanjung Batu dan setelah dicek ternyata merupakan kapal milik nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang.

“Semua korban sudah berhasil dievakuasi dan sudah kembali pulang,” katanya.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar lebih berhati-hati saat melaut.

Nelayan diminta memastikan kondisi kapal dalam keadaan baik serta tidak memaksakan diri berlayar apabila kondisi cuaca atau gelombang laut tidak bersahabat demi menghindari kejadian serupa terulang kembali. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#hilang kontak #nelayan #BPBD Berau