Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bertahan di Hutan Segah Tanpa Parang, Tim SAR Temukan Jejak Bivak Pekerja PT Aksa yang Hilang

Beraupost • Jumat, 13 Februari 2026 | 11:00 WIB
TEMUAN: Jejak bivak yang ditemukan Tim SAR saat melakukan pencarian terhadap Kanisius Sengkam. (BPBD UNTUK BERAU POST)
TEMUAN: Jejak bivak yang ditemukan Tim SAR saat melakukan pencarian terhadap Kanisius Sengkam. (BPBD UNTUK BERAU POST)

BERAU POST - Upaya pencarian terhadap Kanisius Sengkam (25), pekerja proyek perintisan jalan di hutan Kampung Batu Rajang, Kecamatan Segah, masih terus berlangsung. Hingga Kamis (12/2), operasi telah memasuki hari keempat sejak laporan orang hilang diterima.

Kanisius merupakan karyawan PT Aksa yang tinggal di Camp PT Inhutani Kilometer 29, Batu Rajang. Ia dilaporkan hilang setelah membuka jalur di kawasan hutan dengan kontur berat dan akses terbatas pada Jumat (6/2/) lalu.

Koordinator Unit Siaga SAR Berau, Ari Triyanto, mengatakan laporan kehilangan diterima pada Senin (9/2), tim gabungan langsung melakukan penyisiran di lokasi terakhir korban diketahui beraktivitas.

“Korban saat itu sedang merintis jalan di area hutan yang medannya cukup berat. Akses menuju lokasi juga terbatas,” ujar Ari.

Dalam proses pencarian, tim menemukan sejumlah jejak yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban. Salah satunya berupa bivak sederhana dari tumbuhan hutan yang dipatahkan.

Menurut Ari, struktur tersebut mengindikasikan korban sempat berupaya membuat tempat berlindung sementara. Namun, dari temuan di lapangan, tim menduga Kanisius tidak membawa peralatan seperti parang atau pisau.

“Tentu menyulitkan untuk membuka jalur atau bertahan di hutan,” katanya.

Pada hari keempat operasi, pencarian dimulai sejak pukul 07.15 Wita dengan memusatkan penyisiran di sekitar titik penemuan bivak. Area pencarian ditetapkan dalam radius tiga kilometer dari lokasi tersebut, dengan total luasan sekitar 37 kilometer persegi.

Wilayah itu kemudian dipetakan ke dalam beberapa sektor berdasarkan koordinat yang telah ditentukan sebelumnya. Strategi pembagian sektor ditempuh untuk mempersempit cakupan pencarian di tengah kondisi medan yang dinilai menantang. Selain vegetasi lebat, akses menuju lokasi hanya dapat dilalui menggunakan alat berat.

Dalam operasi ini, tim SAR gabungan mengerahkan Rescue Car D-Max milik Basarnas, buldozer dari PT Aksa, serta dukungan peralatan komunikasi dan medis. Unsur yang terlibat meliputi Tim USS Berau, BPBD Berau, Polsek Segah, perwakilan perusahaan, hingga keluarga korban.

Cuaca hujan yang mengguyur kawasan tersebut turut menjadi kendala di lapangan. Meski demikian, tim memastikan pencarian tetap dilanjutkan secara maksimal.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin. Jika ada masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban, kami harap segera melapor,” tutupnya. (hmd)

Editor : Nurismi
#orang hilang #laporan kehilangan #hutan