Kita sarapan bubur Di Warung Bu Basri, Daeng? Itu pesan WA Pak Majid, sahabat saya yang kini jadi pejabat eselon dua.
Dia pencinta olahraga sepeda. Mungkin baru saja selesai olahraga di hari Minggu, lalu saya diajaklah sarapan. Yang ringan saja. Bubur ayam.
Belum satu semester dalam jabatan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan. Dia memang lahirnya dari kantor yang mengurusi sektor perikanan. Disiplin ilmunya memang di situ. Jadi pas saja.
Dulu pernah sama-sama di kantor pariwisata. Makanya, sambil menikmati bubur ayam, kami bahas sisi lain pendukung pariwisata.
Bagaimana nasib Chamber Hiperbarik yang ada di Puskesmas Tanjung Batu? Tanya saya. Dia hanya senyum-senyum. Barang itu sudah tahunan nganggur. Harusnya difungsikan? Kata Majid.
Perlu kah di pindah? Ke Maratua atau ke Tanjung Redeb? Menurutnya tak perlu dipindah. Tetap saja di Tanjung Batu. Toh jaraknya tidaklah terlalu jauh, ungkapnya.
Wacana untuk memindahkan sering diutarakan. Sayangnya tidak ada realisasi. Padahal, kawasan wisata kita adalah kegiatan penyelaman.
Hiperbarik itu adalah fasilitas yang sangat penting. Itu jadi ukiran bagi para divers,ungkapnya.
Operatornya bagaimana? Kan beberapa personel di puskesmas pernah ikut pelatihan. Bisa lah mereka mengoperasikan. Atau, kita ajak saja ahli hiperbarik untuk melatih petugas di puskesmas.
Ini fasilitas yang sangat mendesak. Menjadi jaminan rasa aman bagi divers atau pemandu selam, yang sewaktu-waktu ada ancaman dekompresi.
Secara berkala para guide selam, melakukan ‘pembersihan’ badan mereka di Balikpapan. Mereka ke rumah sakit Pertamina, ungkapnya.
Tidak perlu menunggu terserang deco dulu baru mencari layanan chamber. Manfaat bagi kesehatan cukup besar. Terutama untuk terapi kecantikan.
Kalau ada wisatawan terserang deco dan tidak bisa ditangani, wajah pariwisata Berau akan tercoreng. Padahal kita punya alat yang bisa menyembuhkan, tapi tidak dimanfaatkan.
Jadi kapan chamber itu difungsikan? Itu bergantumg Bupati dan Dinas Kesehatan. Apakah akan segera memfungsikan atau membiarkan alat senilai miliaran itu mengkrak? (sam)
@daengsikra.id