BERAU POST – Kompi 3 Batalyon C Brimob Berau, menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan olahraga tinju di daerah dengan menyediakan fasilitas latihan lengkap bagi atlet lokal.
Upaya ini dilakukan untuk mendorong lahirnya petinju asli Berau yang bisa berlaga di ajang Porprov 2026 mendatang.
Komandan Kompi (Danki) Brimob Berau, AKP M. Hendro Frihandoko, mengatakan pihaknya ingin memberi ruang bagi masyarakat yang memiliki minat dan potensi di cabang olahraga tinju.
Langkah ini diambil karena dalam beberapa tahun terakhir, cabang tinju di Berau cenderung vakum, sehingga saat ajang kejuaraan tiba, daerah masih mengandalkan atlet dari luar.
“Untuk warga Berau yang ingin berlatih tinju silakan bergabung di Brimob. Kami sudah fasilitasi, ada pelatihnya juga,” terangnya.
Menurut Hendro, keberadaan ring tinju tersebut merupakan hasil kerja sama antara Brimob Berau dan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina).
Fasilitas yang sudah lama tidak digunakan itu kini diaktifkan kembali agar bisa dimanfaatkan untuk melatih atlet muda potensial.
“Ring tinju ini sebenarnya sudah lama ada, hanya digudangkan sama Pertina. Kemudian kita tarik ke Brimob agar bisa digunakan lagi,” sambungnya.
Brimob Berau pun telah menyiapkan pelatih berpengalaman, La Ode, yang memiliki kemampuan melatih berbagai jenis tinju, baik tinju konvensional maupun Thai boxing.
Dengan dukungan ini, Hendro berharap minat masyarakat terhadap olahraga tinju dapat tumbuh kembali dan menghasilkan atlet yang membanggakan daerah.
“Harapannya nanti di 2026 Porprov di Paser bisa tampilkan atlet-atlet asli lokal Berau sendiri,” ujarnya.
Latihan tinju di markas Brimob Berau dijadwalkan berlangsung tiga kali dalam seminggu dan dilaksanakan pada malam hari, agar bisa menyesuaikan dengan waktu para peserta yang memiliki aktivitas di siang hari.
“Pelatihnya Pak La Ode sendiri, mau boxing boleh, Thai boxing juga boleh karena pelatihnya multitalent,” tandasnya.
Dengan dukungan fasilitas dan pembinaan tersebut, Brimob Berau optimistis cabang olahraga tinju akan kembali hidup dan mampu melahirkan atlet lokal yang berprestasi.
Program ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam memajukan dunia olahraga di Bumi Batiwakkal. (sen/hmd)
Editor : Nurismi