Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dari Air Tandon Panas Sampai Tiket Pesawat Murah di Berau, Efek Persaingan Maskapai!

Beraupost • Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:23 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

PANAS sepekan dihalau hujan sehari. Itu kata pepatah. Bersyukur kemarin sekitar jam 15.00 wita Berau diguyur hujan.

Walau tak lebat, mampu menghilangkan rasa gerah di beberapa hari sebelumnya. Padahal awannya lumayan pekat. Saya membayangkan bakal turun hujan yang lumayan lebat.

Walaupun tidak selebat hujan yang mengguyur Samarinda, menyebabkan genangan besar dimana-mana. Hujan kemarin itu, sekadar memberi sedikit rasa segar.

Saya saling berbalas WA dengan teman-treman yang ada di lain daerah. Bercerita soal cuaca panas.

Ada yang menyebut lebih dari 29 derjat celsius. Ada juga yang menyampaikan antar 26 hingga 32 derajat celsius. Itu udara dibeberapa kabupaten di Sulawesi Selatan.

Guntur, teman minum kopi di kafe ujung lorong milik Pendi itu, bercerita bagaimana menderitanya mandi dengan air yang suhunya lumayan panas.

Tidak membuat kulit melepuh, tapi panasnya luar biasa. Tandon penampung air di rumah saya itu pakai yang aluminium, kata dia.

Saya tertawa. Di rumah saya saja, pakai tandon plastik panasnya lumayan, kata saya.

Serba serbi udara panas akibat ucara El Nino itu, bukan saja terkait dengan air yang panas akibat sengatan sinar matahari. Tapi aktivitas di luar rumah juga jadi terganggu.

Kada payu mesin pemanas banyu, kata Pendi, wartawan yang nyambi jadi barista di rumahnya di Jalan Pemuda. Pengunjungnya tidak banyak.

Memang disiapkan sebagai tempat minum kopi sambil ngobrol. Sambil bersosialisasi. Sambil menambah wacana berpikir. Bertukar informasi.

Kalau semester pertama tahun ini, sering terdengar keluhan soal mahalnya harga tiket pesawat udara, semester berikutnya akan berbalik arah.

Masuknya maskapai baru menerbangi udara ke Bandara Kalimarau, membuat maskapai lainnya merubah strategi.

Menurut teman yang belakangan sering terbang untuk urusan bisnisnya, kalau diawal-awal tahun harga tiket tujuan Balikpapan melebihi angka Rp 1,5 juta.

Sekarang menurut dia dalam perjalanan terakhirnya, separoh dari harga biasanya. Lumayan menguntungkan bagi para pebisnis yang mau datang dan keluar Berau,kata teman saya itu.

Dia pun bercerita tingkat keterisian kursi di pesawat dari semua maskapai yang beroperasi, rata-rata di atas 75 persen.

Baik rute ke Surabaya dan Jakarta yang bisa terbang langsung. Rute ke Makassar yang dilayani maskapai Sriwijaya Air serta ke Balikpapan. Ada maskapai yang berani tergbang dua kali sehari tujuan Balikpapan, tambahnya.

Memang sedang terjadi persaingan tarif. Dan ini menguntungkan bagi masyarakat. Terlebih lagi buat meningkatkan kunjungan wisata Harusnya situasi seperti sekarang terkait tarif penerbangan udara, lebih menggencarkan melakukan promosi.

Ada pasangan suami istri Danu dan Julie yang berkeliling Indonesia, mengunjungi tempat-tempat berwisata dengan membawa kendaraan sendiri.

Mereka sering menampilkan kegiatan memasak di lokasi wisata. Pasangan suami istri Indonesia–Italia itu, sekarang menikmati keindahan Labuan Cermin. Itu saya saksikan lewat TikTok yang lagi menikmati menu Loko-Loko.

Kehadiran di wilayah Kecamatan Bidukbiduk, pasangan keluarga bahagia yang punya pengikut TikTok-nya 34,5 ribu itu, akan sangat membantu promosi wisata di kabupaten Berau.

Andai saja saya jumpa dengan mereka, saya pasti akan banyak bercerita tentang spot wisata yang wajib mereka kunjungi.

Termasuk mengajaknya bermalam di bagan apung. Lewat TikTok-nya mereka mengaku belum sempat jumpa Hiu Tutul. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #Daeng Sikra