BERAU POST – Kondisi Gedung Olahraga (GOR) Pemuda, Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, banyak dikeluhkan masyarakat. Gedung tersebut dianggap sudah kurang layak untuk pagelaran turnamen tingkat open.
Kepala Dispora Berau, Amiruddin, mengakui bahwa GOR Pemuda, memang sudah tidak representatif untuk kegiatan olahraga, terutama cabang seperti futsal dan basket.
"Sebenarnya, GOR yang sekarang ini dulunya lebih dirancang untuk menjadi graha atau aula untuk acara-acara resmi, bukan untuk aktivitas olahraga intensif seperti futsal atau basket," jelasnya kepada awak media ini.
Namun, karena keterbatasan fasilitas olahraga yang dimiliki oleh Kabupaten Berau, GOR tersebut pun ‘disulap’ menjadi tempat berolahraga oleh masyarakat dan komunitas lokal.
Amiruddin mengatakan bahwa meski masih memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat voli, namun untuk futsal dan basket, ukuran serta tata ruang GOR dinilai terlalu sempit dan membatasi pergerakan atlet.
"Ruangannya benar-benar terbatas. Kita akui, ini jauh dari standar ideal," sambungnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Dispora Berau mengaku telah menyiapkan sebidang lahan yang akan digunakan untuk membangun gedung olahraga baru yang lebih layak dan multifungsi. "Di belakang Kantor Dispora, areanya mendukung," ungkap Amiruddin.
Namun, rencana tersebut hingga kini belum terealisasi karena keterbatasan anggaran, meskipun usulan pembangunan GOR baru sudah diajukan sejak Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2022 lalu. "Anggarannya justru dialihkan ke kegiatan lain yang dinilai lebih prioritas saat itu," kata dia.
Dalam upaya merealisasikan pembangunan GOR baru, Amiruddin berharap adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, khususnya DPRD Kabupaten Berau sebagai lembaga penganggaran.
Ia menekankan bahwa Dispora tidak mungkin bekerja sendiri untuk mewujudkan fasilitas olahraga yang ideal bagi masyarakat.
Ia menyebut bahwa semakin banyak pihak yang menyuarakan hal ini, maka akan semakin besar peluang agar anggaran bisa disetujui dalam waktu dekat.
"Dispora tidak bisa jalan sendiri. Kami butuh dukungan semua pihak, dari legislatif, eksekutif, hingga masyarakat olahraga itu sendiri. Kalau tidak diperjuangkan bersama, GOR baru ini akan terus tertunda," tutupnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi