BERAU POST – Seorang bocah warga Kelurahan Karang Ambun, berinisial RS (13) diduga tenggelam, saat bermain bersama temannya.
Kejadian terjadi pada Rabu (27/8) sekira pukul 17.00 Wita. Saat kejadian, menurut salah seorang warga, Syahroni, ia mengetahui bahwa korban bermain bersama dua rekannya yakni YO dan AN. Mereka berenang di Sungai Kelay pada saat itu.
Setelah asyik berenang, dua rekannya naik ke atas kapal rusak yang terparkir di sungai, sementara RS tetap berada di dalam air. Beberapa saat kemudian, YO dan AN hanya melihat tangan RS muncul di permukaan. Mereka tidak menyangka jika saat itu temannya sudah tenggelam.
Menjelang magrib, kedua rekan korban pulang tanpa memberitahu keluarga maupun warga sekitar. Keesokan harinya, ibu korban mulai mencari keberadaan anaknya, namun tak kunjung menemukan. Hingga Kamis sore sekitar pukul 15.30 Wita, barulah salah satu rekan korban baru mengembalikan pakaian RS ke rumah. Namun saat itu, pakaian itu diterima oleh adik korban, yang kemudian memberitahukan kepada ibunya.
“Kami masih melakukan pencarian,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat.
Ibu korban lalu melapor kepada Ketua RT dan informasi anak hilang segera disebarkan ke grup kelurahan. Sejak saat itu, warga bersama pihak berwenang melakukan pencarian.
Adapun metode yang digunakan untuk mencari korban meliputi penyelaman di sekitar lokasi apabila memungkinkan, penggunaan alat tradisional berupa ngunak atau mancing, serta penyisiran sepanjang aliran Sungai Kelay.
“Kemungkinan besok (hari ini) kami lanjutkan pencarian, dengan area diperluas,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Pihak keluarga berharap RS segera ditemukan, sementara aparat mengimbau orang tua untuk lebih waspada mengawasi aktivitas anak-anak di area sungai. (hmd)