BERAU POST – Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan Bidukbiduk, digelar pada Kamis (3/7), di Kantor Camat Bidukbiduk.
Rapat tersebut membahas maraknya laporan dugaan aktivitas penangkapan ikan ilegal (ilegal fishing) di perairan Bidukbiduk, yang berasal dari seluruh kampung di wilayah itu.
Camat Bidukbiduk, Hasmawi, menyampaikan bahwa keluhan dari enam kampung di kecamatan tersebut hampir seluruhnya berkaitan dengan praktik ilegal fishing oleh nelayan luar daerah.
“Hampir semua kampung mengeluh soal nelayan luar Berau yang diduga melakukan ilegal fishing,” ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa upaya penindakan mengalami kendala karena tidak didukung bukti yang cukup kuat.
Setiap kali dilakukan patroli atas dasar laporan warga, hasilnya tidak menemukan aktivitas mencurigakan di lapangan.
Dari hasil rapat, disepakati untuk memperkuat pengawasan melalui patroli rutin yang melibatkan Pos Angkatan Laut (Pos AL) Bidukbiduk serta patroli gabungan antara kecamatan dan kampung-kampung.
“Kesepakatannya adalah kita akan adakan patroli rutin bersama Pos AL, dan juga patroli gabungan kecamatan dan kampung,” jelas Hasmawi.
Ia menambahkan, para nelayan yang dicurigai berasal dari luar Kalimantan Timur, seperti dari wilayah Sulawesi dan Jawa.
Kecurigaan itu didasarkan pada laporan warga yang melihat hasil tangkapan tidak wajar dalam waktu singkat.
Meskipun demikian, Hasmawi menekankan pentingnya berhati-hati dalam menyimpulkan dugaan tanpa bukti alat tangkap yang jelas.
Pihaknya juga terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak sembarang menuduh.
“Misalnya ada nelayan dapat ikan banyak dalam semalam, padahal itu di luar kemampuan nelayan pada umumnya, jadi patut dicurigai pakai bom atau potasium,” ungkapnya.
Karena minim bukti, pihaknya juga tetap beri pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah menuduh atau berspekulasi sebelum menerima bukti-bukti kuat. Pihaknya, dalam hal ini akan tetap kolaborasi dengan Pos AL lakukan patroli.
Patroli akan dilakukan secara berkala dan bersifat rahasia agar informasi tidak bocor ke pihak-pihak yang dicurigai.
“Laporan dari enam kampung ini kami terima, kami tanggapi serius, tapi tetap hati-hati,” pungkasnya. (sen/hmd)
Editor : Nurismi