Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Cuaca Panas Diprediksi Capai 37 Derajat

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Jumat, 3 Mei 2024 | 05:25 WIB
PRAKIRAAN CUACA: Periode musim di Berau sedang memasuki peralihan ke musim kemarau, cuaca panas diprediksi mencapai 37 derajat Celsius.
PRAKIRAAN CUACA: Periode musim di Berau sedang memasuki peralihan ke musim kemarau, cuaca panas diprediksi mencapai 37 derajat Celsius.

TANJUNG REDEB – Periode musim tahun ini sedang memasuki pancaroba atau peralihan musim, sebelum akhirnya benar-benar masuk musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau memprediksi suhu panas tertinggi mencapai 37 derajat Celsius pada Mei ini. 

Kepala BMKG Berau, Ade Haryadi menuturkan, saat ini puncak musim hujan telah terlewati. Hal ini mengindikasikan bahwa Berau telah memasuki peralihan musim pada Mei ini. Selanjutnya, akan memasuki musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juni hingga September mendatang. Puncaknya berada pada Agustus nanti.

Selama musim pancaroba, masyarakat perlu mewaspadai dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem. Seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Dijelaskannya, suhu udara tertinggi di Kabupaten Berau selama periode 30 tahun sejak 1991-2020 adalah 37 derajat Celsius.

Sementara, normal suhu udara rata-ratanya berada di antara 26,2-27,4 derajat Celsius. Dan suhu minimal selama ini berada di posisi 18-23 derajat Celsius.

“Dikatakan suhu ekstrem jika berada minimal 5 derajat di atas suhu normal, dan selama ini Berau belum pernah mencapai suhu 40 derajat Celsius ke atas,” terangnya.

Adapun kejadian suhu tertinggi selama periode 30 tahun di Kabupaten Berau terjadi pada Mei 2015 lalu, yang mencapai 37 derajat Celsius. Tentunya potensi itu bisa saja terjadi di tahun ini juga.

Kejadian yang sama bisa saja terulang selama beberapa kali. Karena tutupan awan di langit Berau banyak yang terbuka, sehingga pancaran sinar matahari tidak terhalang tutupan awan dan langsung menembus ke bumi.

“Posisi Matahari tentunya memengaruhi sinar yang masuk, panasnya matahari pada musim pancaroba akan membuat Berau merasakan teriknya matahari,” paparnya.

Kendati demikian, Indonesia tidak termasuk negara yang terkena gelombang panas seperti di daerah Asia lainnya, contohnya Thailand, Myanmar dan Kamboja. Lantaran posisi dan karakteristik negaranya yang berbeda. Bahkan, dari karakteristik suhu udara di Berau belum akan mencapai angka 40 derajat Celsius.

“Tapi kami belum bisa memprediksi apakah di Berau bisa mencapai 40 derajat Celsius. Jika berdasarkan data, suhu tertinggi hanya mencapai 3 derajat Celsius,” sebutnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat di Kabupaten Berau untuk menjaga kesehatan dengan cukup minum air putih dan mengonsumsi vitamin. Jika beraktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan tabir surya dan memakai masker untuk menghindari banyaknya debu beterbangan.

Sedangkan, untuk daerah pesisir juga sama. Yang perlu diwaspadai pada Juni hingga Agustus ada potensi angin kencang dan gelombang tinggi.

Prakiraan pasang surut muara sungai di Berau tertinggi akan terjadi pada 10 Mei dengan ketinggian 2,9 meter, terendah pada 9 Mei dengan ketinggian 0,1 meter. Itu terhitung pada periode 1-10 Mei ini. 

Bagi warga yang bertempat tinggal di sekitar wilayah pesisir dan daerah aliran sungai, diminta waspada akan potensi terjadinya banjir rob pada saat pasang tertinggi. Serta turut aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah setempat untuk mengantisipasi dampak risiko yang ditimbulkan. (*/aja/arp) 

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#peralihan musim #berau #cuaca