KELAY - Kampung Mapulu yang baru saja direlokasi ke lokasi baru memerlukan sejumlah sarana dan prasarana (sapras) dukungan. Hal itu disampaikan Camat Kelay, Toris.
Dikatakannya, sapras itu untuk mendukung penilaian Indeks Desa Membangun (IDM) yang dimiliki Mapulu dari tertinggal menjadi berkembang.
“Secara khusus Kampung Mapulu yang direlokasi, sudah dibangun gedung sekolah dasar, yang diharapkan secepatnya adalah penempatan tenaga pendidik,” ujarnya Selasa (27/2).
Hal ini menurutnya menjadi penting, selain untuk mendukung peningkatan status Kampung Mapulu, juga untuk keamanan dan kenyamanan siswa di Kampung Mapulu yang selama ini harus ke Merabu atau Panaan untuk bersekolah.
Toris juga berharap hal itu bisa terealisasikan sebelum Juni mendatang. Sebab, penilaian IDM yang menentukan status kemajuan kampung akan dilaksanakan. Tentu, dengan berdirinya dan berjalannya aktivitas di sekolah yang ada di Mapulu bisa menambah poin untuk Mapulu.
“Jadi kami harap bulan enam bisa terealisasi, karena akan ada penilaian IDM kampung, dan Mapulu satu-satunya kampung tertinggal,“ terangnya.
Untuk langkah cepatnya, Toris menyebut terdapat tenaga pendidik yang saat ini bertugas di luar Mapulu dengan domisili tinggal pada KTP bermukim di Mapulu.
Sehingga, hal ini bisa menjadi langkah cepat untuk memulai proses kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di Kampung Mapulu.
“Sebagai informasi ada warga ber-KTP Mapulu, dan bertugas di Merabu itu mungkin bisa dipindahtugaskan ke Mapulu,” ujarnya.
Supaya mempertahankan tenaga pendidikan, ia menyebut tentu memerlukan rumah dinas guru yang juga harus dilaksanakan. Sehingga, sembari berjalan pemenuhan kebutuhan guru dari luar, juga terpenuhi untuk menjalankan tugas di Kampung Mapulu.
“Ini merupakan indikator IDM, sesuai komitmen agar merealisasikan pembangunan di Mapulu yang statusnya tertinggal bisa naik berkembang atau maju nantinya,” pungkasnya.
Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih menerangkan Pemerintah Kabupaten Berau terus memantau perkembangan untuk mengubah status Kampung Mapulu dari tertinggal menjadi berkembang atau maju.
“Kami sedang dalam proses Mapulu menjadi berkembang,” terangnya.
Pemkab Berau telah menggelontorkan bantuan senilai Rp 450 juta untuk dimanfaatkan
sebagai bantuan pembangunan rumah ibadah. Pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan juga dikatakan jadi perhatian pemerintah.
“Sekolah dan puskesmas menjadi hal mutlak membangun Mapulu menjadi kampung berkembang,” pungkasnya. (sen/arp)
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi