BERAU POST – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Berau, Jakariya, menegaskan komitmennya untuk mengawal serta memberikan masukan strategis demi kelancaran program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini dinilai sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda di daerah.
Jakariya, menyampaikan bahwa meskipun pelaksanaan MBG berada di bawah kendali langsung Badan Gizi Nasional (BGN), pihaknya tetap proaktif melakukan pemantauan agar manfaat program tersebut dapat segera dirasakan masyarakat hingga ke pelosok Bumi Batiwakkal.
“Saat ini fasilitas MBG yang difasilitasi langsung oleh pemerintah pusat di Berau baru menjangkau dua titik, yaitu di wilayah Tanjung Redeb dan Kelurahan Limumjan,” ungkap Jakariya.
Sementara itu, sekolah-sekolah di luar dua wilayah tersebut masih menjalankan program MBG secara mandiri, baik melalui inisiatif sekolah maupun dukungan investasi dari pengusaha lokal.
Kondisi ini, menurut Jakariya, perlu mendapat perhatian agar pelaksanaan program dapat berjalan merata dan berkelanjutan.
“Kami sebagai kader partai dari Presiden Prabowo memiliki tanggung jawab untuk mengawal, mendukung, sekaligus memberikan masukan,” ucapnya.
“Harapannya, pada tahun ini, program MBG ini sudah bisa ter-cover secara menyeluruh di Kabupaten Berau,” sebutnya.
Jakariya juga menyoroti tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur pendukung, khususnya dapur umum yang menjadi tulang punggung pelaksanaan program MBG.
Ia menjelaskan, pembangunan satu unit dapur dengan standar nasional membutuhkan investasi yang tidak sedikit.
“Untuk satu dapur saja, biaya pembangunan gedung dan perlengkapannya bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar, itu belum termasuk pengadaan lahan. Karena itu, standar yang diterapkan oleh BGN sangat ketat,” jelasnya.
Ia mencontohkan fasilitas dapur MBG di Kelurahan Limumjan yang dibangun oleh kontraktor nasional. Menurutnya, kualitas bangunan dan kelengkapan fasilitas memang dirancang serius demi menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada anak-anak. Selain melakukan pengawasan, Gerindra Berau juga mendorong partisipasi masyarakat dan yayasan lokal untuk ikut ambil bagian sebagai penyedia dalam program MBG. Namun demikian, Jakariya mengakui masih terdapat kendala, terutama pada aspek administrasi dan akses pendaftaran melalui portal resmi BGN yang belum sepenuhnya terbuka bagi badan hukum lokal di daerah.
“Banyak teman-teman di daerah yang ingin berkontribusi melalui yayasan, tetapi terkendala mekanisme pendaftaran dan akses informasi. Ini yang terus kami dorong melalui struktur partai, baik di tingkat provinsi maupun pusat, agar kendala teknis di daerah bisa segera diatasi,” tegasnya.
Ke depan, DPC Gerindra Berau berencana melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama pihak-pihak terkait untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG mandiri yang telah berjalan. Langkah ini dilakukan sembari mendorong percepatan pembangunan fasilitas dari pemerintah pusat.
“Target kami jelas, yakni cakupan 100 persen program MBG di Berau pada tahun 2026,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi