BERAU POST – Aktivitas jual beli di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) mendadak gempar setelah seorang pedagang lanjut usia ditemukan meninggal dunia di salah satu toilet pasar, sekitar pukul 10.00 Wita.
Korban diketahui merupakan seorang kakek berusia 72 tahun yang sehari-hari berjualan sayur di pasar subuh bersama istrinya.
Penemuan jenazah tersebut pertama kali diketahui marbot masjid pasar yang merasa curiga karena pintu toilet tidak kunjung dibuka.
Salah satu pedagang di lokasi, Samson, mengatakan, suasana pasar tiba-tiba heboh saat kabar penemuan korban menyebar di antara para pedagang.
“Iya benar, sekitar jam 10 pagi pedagang sempat digemparkan. Korban pertama kali dilihat oleh marbot masjid,” ujar Samson kepada awak media.
Menurut keterangan Samson, korban dikenal sebagai pedagang lama di pasar tersebut. Namun dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia, lantaran setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh pihak kepolisian dan dibawa ke rumah sakit.
Kapolsek Teluk Bayur, AKP Budi Witikno, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, marbot masjid sempat mengetuk pintu toilet karena korban berada di dalam cukup lama.
“Karena tidak ada respons, pintu kemudian dibuka secara paksa. Saat itulah korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam toilet,” jelas AKP Budi.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berusia 72 tahun dan merupakan pedagang pasar subuh. Berdasarkan keterangan dari istri korban, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung.
“Korban sempat berada di dalam toilet kurang lebih selama satu jam, saat lakukan otopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas memar di tubuh korban,” tambahnya.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut, dan menyimpulkan korban meninggal akibat faktor kesehatan.
“Langsung dievakuasi oleh personel dan memang saat dilakukan pemeriksaan tidak ada tanda-tanda yang menjanggal, sehingga korban langsung dibawa dengan pihak keluarga,” tutupnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi