Kabut Asap Masih Menyelimuti, Dinkes Berau Imbau Batasi Aktivitas Bermain Anak

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 09:20 WIB
KABUT ASAP: Dinas Kesehatan Berau meminta masyarakat untuk terus waspada akan bahaya ISPA di tengah kabut asap yang saat ini sedang terjadi di Kabupaten Berau. (ADAM/BP)
KABUT ASAP: Dinas Kesehatan Berau meminta masyarakat untuk terus waspada akan bahaya ISPA di tengah kabut asap yang saat ini sedang terjadi di Kabupaten Berau. (ADAM/BP)

BERAU POST – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie mengatakan, kondisi kualitas udara yang terdampak asap Karhutla berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat. 

Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes, kasus ISPA hingga saat ini masih terus ditemukan dan menunjukkan kecenderungan peningkatan.

Menurutnya, paparan asap dalam waktu yang cukup lama dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, terlebih bagi kelompok yang rentan seperti anak-anak. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh kondisi kabut asap yang terjadi saat ini. 

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyakit pernapasan, khususnya ISPA. Dengan kondisi asap seperti sekarang, masyarakat harus lebih menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap,” ujarnya.

Lamlay menegaskan, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko terpapar asap adalah menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Penggunaan masker dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan dalam kondisi udara yang masih dipengaruhi kabut asap. 

“Kami meminta masyarakat tetap menggunakan masker saat berada di luar rumah. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi paparan langsung terhadap asap,” jelasnya.

Selain penggunaan masker, Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan kembali aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. 

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak yang dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan udara yang tidak sehat. 

Lamlay berharap orangtua dapat lebih memperhatikan kondisi anak selama kabut asap masih terjadi. Aktivitas bermain maupun kegiatan lain di luar rumah sebaiknya dikurangi untuk sementara waktu jika memang tidak diperlukan. 

“Khususnya anak-anak, kalau tidak terlalu penting sebaiknya tidak melakukan aktivitas di luar rumah,” tuturnya. 

“Anak-anak cukup rentan terkena ISPA sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih,” sambungnya.

Ia juga meminta masyarakat segera memperhatikan kondisi kesehatan apabila mulai mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sesak napas, maupun keluhan lainnya yang muncul setelah terpapar asap. 

Menurutnya, upaya menjaga kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat.

Dengan mengurangi paparan asap dan menerapkan pola hidup sehat, risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap diharapkan dapat ditekan. 

“Gunakan masker ketika keluar rumah dan sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi asap masih terjadi,” pungkasnya.(aky/adv/arp) 

 

Editor : Nurismi
kabut asap ispa Dinkes Berau