BERAU POST - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat, agar membudidayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah utama mencegah berbagai penyakit. Upaya ini dinilai penting karena menjaga kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie mengatakan, penerapan PHBS harus terus digaungkan hingga ke tingkat kampung, kelurahan, maupun lingkungan tempat tinggal. Pasalnya, lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.
"PHBS harus terus kami gaungkan kepada masyarakat. Kalau lingkungannya sehat, maka masyarakatnya juga akan sehat. Pencegahan penyakit selalu lebih baik daripada mengobati," ujarnya.
Lamlay menjelaskan, salah satu bentuk penerapan PHBS yang paling mudah dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan gotong-royong secara rutin. Warga diharapkan bersama-sama membersihkan lingkungan, termasuk selokan dan drainase, agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk maupun sumber penyakit lainnya.
Menurutnya, saluran air yang tersumbat dan genangan air menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko penyebaran penyakit, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
"Gotong-royong membersihkan lingkungan harus terus dilakukan. Selokan atau drainase yang bersih akan mengurangi genangan air sehingga nyamuk tidak memiliki tempat berkembang biak. Ini menjadi salah satu upaya efektif mencegah DBD," jelasnya.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, Lamlay juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, serta menjaga kebersihan rumah dan halaman.
Ia juga menegaskan, keberhasilan upaya pencegahan penyakit sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan PHBS secara konsisten. Karena itu, Dinkes Berau terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi melalui puskesmas, tenaga kesehatan, hingga kader kesehatan di tingkat kampung.
"Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama. Jangan menunggu ada yang sakit baru peduli terhadap kebersihan lingkungan. Mulailah dari diri sendiri dan lingkungan sekitar," katanya.
Lamlay berharap semangat gotong-royong yang selama ini menjadi budaya masyarakat Berau dapat terus dipertahankan dan dijadikan bagian dari gerakan bersama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari berbagai penyakit.
"Dengan menerapkan PHBS secara konsisten, kita bisa mencegah berbagai penyakit, termasuk DBD, sehingga kualitas hidup masyarakat Berau semakin baik," pungkasnya.(aky/adv/arp)