BERAU POST – Tingginya angka kebakaran di Berau menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau.
Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, sebagian besar insiden kebakaran bukan dipicu faktor alam, melainkan kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah.
Diketahui dua penyebab yang paling sering ditemukan adalah korsleting listrik (arus pendek) serta penggunaan kompor yang tidak aman.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aspek keselamatan di lingkungan rumah maupun tempat usaha.
Kepala Seksi Pengendalian Operasional, Komunikasi, Pemadaman, dan Investigasi, Disdamkarmat Berau, Azkar menjelaskan, penetapan penyebab pasti suatu kebakaran tetap menjadi kewenangan pihak kepolisian.
Namun, berdasarkan hasil investigasi awal yang dilakukan petugas pemadam di lokasi kejadian, korsleting listrik dan kelalaian saat menggunakan kompor menjadi faktor yang paling dominan.
"Mayoritas dugaan penyebab kebakaran yang kami temukan di lapangan adalah korsleting listrik atau arus pendek dan penggunaan kompor," ujarnya.
Menurut Azkar, temuan tersebut menjadi peringatan bahwa sebagian besar musibah kebakaran sebenarnya dapat dihindari, apabila masyarakat lebih disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan.
"Instalasi listrik harus diperiksa secara berkala. Pastikan juga kompor dan seluruh sumber api sudah benar-benar mati sebelum ditinggalkan," katanya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan harus menjadi budaya di tengah masyarakat. Keberhasilan penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas saat melakukan pemadaman, tetapi juga pada kesadaran warga dalam mengantisipasi potensi bahaya sejak dini.
"Harapannya kita melakukan pencegahan sedini mungkin. Langkah-langkah sederhana yang dilakukan masyarakat sangat penting untuk mencegah potensi kebakaran," jelasnya.
Berdasarkan data Disdamkarmat Berau, selama periode Januari hingga Juni lalu, petugas telah menangani 40 kejadian, terdiri dari 22 kebakaran permukiman, 11 kebakaran lahan, tiga kebakaran mobil, dua kebakaran kabel listrik, satu pengamanan aksi unjuk rasa, dan satu kegiatan penyiraman lahan.
Rentetan peristiwa tersebut tidak hanya mengakibatkan kerugian material yang mencapai ratusan juta rupiah, tetapi juga menelan korban jiwa.
Salah satu insiden paling memilukan terjadi dalam kebakaran rumah di Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan, yang merenggut nyawa seorang anak berusia sekitar tiga tahun.
"Korbannya seorang anak berusia sekitar tiga tahun," ungkap Azkar.
Melihat tingginya angka kejadian tersebut, Disdamkarmat Berau mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman dan sesuai standar, tidak membiarkan kompor menyala tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
Ia juga berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dapat menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran di Kabupaten Berau.
"Semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan, semakin besar pula peluang kita menekan jumlah kejadian kebakaran, mengurangi kerugian, dan yang paling penting menyelamatkan nyawa," pungkasnya.(aky/adv/arp)
Editor : Nurismi