Lestarikan Warisan Lokal, Bupati Berau Dorong Festival Kampung Dikemas Lebih Meriah

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:40 WIB
FESTIVAL BUDAYA: Setiap kampung di Berau diminta untuk melestarikan budaya melalui kegiatan lokal yang dilaksanakan. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
FESTIVAL BUDAYA: Setiap kampung di Berau diminta untuk melestarikan budaya melalui kegiatan lokal yang dilaksanakan. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, dalam mendukung penyelenggaraan festival budaya dan peringatan hari jadi kampung di seluruh wilayah Bumi Batiwakkal-sebutan Kabupaten Berau. 

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi identitas sekaligus kekuatan dalam melestarikan budaya lokal dan menggerakkan sektor pariwisata.

Sri Juniarsih mengatakan, setiap kampung di Kabupaten Berau memiliki sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang berbeda-beda.

Kekayaan budaya tersebut harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui berbagai festival yang dikemas secara menarik dan meriah. 

"Festival kampung harus terus dilaksanakan dan dibuat semeriah mungkin. Ini bukan hanya untuk memperingati hari jadi kampung, tetapi juga menjadi ciri khas dan identitas yang membedakan setiap kampung di Kabupaten Berau," ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan festival budaya yang dikemas dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata daerah.

Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan alam Berau, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung tradisi, seni, kuliner, hingga kearifan lokal yang masih terjaga di tengah masyarakat. 

"Kalau festivalnya menarik dan dikemas dengan baik, tentu akan mengundang wisatawan untuk datang,” ucapnya.

“Mereka bisa menikmati budaya lokal, mengabadikan momen-momen budaya yang ada di kampung, dan itu akan menjadi promosi yang sangat baik bagi daerah," sambungnya.

Lebih jauh, Sri Juniarsih menilai geliat festival budaya juga akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran wisatawan akan membuka peluang bagi pelaku UMKM, pengrajin, hingga pelaku seni untuk memasarkan produk dan karya mereka, sehingga perputaran ekonomi di kampung ikut meningkat. 

"Ketika banyak pengunjung datang, bukan hanya sektor pariwisata yang bergerak, tetapi juga UMKM, kuliner, kerajinan, hingga jasa masyarakat setempat. Ini menjadi efek domino yang sangat baik bagi perekonomian kampung," katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Berau, lanjut Sri Juniarsih, akan terus memberikan perhatian terhadap pelaksanaan berbagai festival budaya yang digelar di kampung-kampung. 

Karena itu, ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, agar terus memberikan pendampingan dan perhatian terhadap setiap kegiatan budaya yang diselenggarakan masyarakat. 

“Saya minta Disbudpar jangan hanya fokus pada destinasi wisata yang sudah dikenal. Kampung-kampung yang rutin menggelar festival budaya juga harus mendapat perhatian, pembinaan, dan dukungan agar kegiatan mereka terus berkembang dan semakin berkualitas setiap tahunnya," tegasnya.

Ia berharap, dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, tokoh adat, dan pelaku seni, festival-festival kampung di Berau dapat menjadi agenda tahunan yang dinantikan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. 

"Budaya adalah warisan yang tidak ternilai harganya. Kalau terus kita lestarikan dan kita kemas dengan baik, budaya akan menjadi kekuatan besar dalam membangun pariwisata Berau," pungkasnya. (aky/adv/arp)

Editor : Nurismi
Disbudpar Berau festival budaya pemkab berau