Wabup Berau Peringatkan Nelayan Berhenti Gunakan Bom Ikan Sebelum Ekosistem Laut Rusak

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:20 WIB
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST - Wakil Bupati Berau, Gamalis kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam menjaga kelestarian sumber daya laut, dengan mengingatkan seluruh nelayan agar tidak melakukan praktik illegal fishing yang dapat merusak ekosistem perairan.

Menurut Gamalis, aktivitas penangkapan ikan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

Penggunaan alat tangkap yang dilarang maupun cara-cara yang merusak seperti bom ikan, racun, atau metode lain yang berpotensi menghancurkan terumbu karang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keberlangsungan mata pencaharian nelayan di masa depan. 

"Nelayan harus lebih bijak dalam mencari ikan. Jangan sampai demi hasil sesaat, justru merusak terumbu karang dan ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan kita bersama. Selain melanggar aturan, dampaknya juga akan dirasakan oleh generasi mendatang," tegas Gamalis kepada awak media ini.

Ia menjelaskan, Kabupaten Berau memiliki kawasan pesisir dan laut yang menjadi salah satu kekayaan alam terbesar, termasuk wilayah konservasi yang menjadi habitat berbagai jenis ikan dan biota laut. 

Karena itu, menjaga kelestarian laut ditegaskannya merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat nelayan.

Gamalis juga mengajak para nelayan untuk mengedepankan metode penangkapan ikan yang berkelanjutan, supaya populasi ikan tetap terjaga dan ekosistem laut tidak mengalami kerusakan. 

"Kita ingin hasil perikanan terus meningkat, tetapi harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Kalau laut rusak, terumbu karang hancur, maka ikan juga akan berkurang. Pada akhirnya yang dirugikan adalah nelayan sendiri," ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan pemerintah bersama aparat terkait akan terus meningkatkan pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan ilegal di wilayah perairan Berau. Penindakan akan dilakukan sesuai ketentuan hukum terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut sebagai aset ekonomi jangka panjang. 

“Mari bersama-sama menerapkan penangkapan ikan yang ramah lingkungan, mematuhi aturan yang berlaku, dan menjaga terumbu karang agar tetap lestari," pungkasnya (aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
nelayan illegal mining pemkab berau