Jaga Kualitas Tangkapan Nelayan, Diskan Berau Jajaki Investor Cold Storage Tanjung Batu

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 07:30 WIB
ILUSTRASI: Diskan Berau membuka peluang kerja sama dengan investor untuk pengadaan cold storage di TPI Tanjung Batu. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Diskan Berau membuka peluang kerja sama dengan investor untuk pengadaan cold storage di TPI Tanjung Batu. (IZZA/BP)

BERAU POST – Upaya meningkatkan pelayanan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan terus dilakukan oleh Dinas Perikanan (Diskan) Berau.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah keberadaan cold storage atau gudang pendingin yang dinilai penting untuk menjaga mutu hasil tangkapan nelayan.

Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan, rencana pembangunan fasilitas tersebut masih menghadapi kendala, terutama terkait keterbatasan kemampuan anggaran daerah. 

Kondisi efisiensi anggaran yang berlangsung saat ini membuat Diskan Berau mulai mempertimbangkan alternatif pembiayaan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Adapun cold storage memiliki peran strategis dalam mendukung sektor perikanan, khususnya dalam mempertahankan kualitas ikan setelah hasil tangkapan dibawa ke darat.

“Dengan fasilitas penyimpanan yang memadai, komoditas perikanan dapat bertahan lebih lama sebelum dipasarkan,” katanya. 

Menurutnya, pembangunan cold storage melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Berau saat ini cukup sulit dilakukan.

Karena itu, peluang kerja sama dengan investor menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan. “Melihat kondisi ekonomi saat ini karena adanya efisiensi anggaran, tampaknya cukup berat jika pengadaannya hanya melalui APBD Berau,” ujarnya. 

“Kami membuka peluang bagi investor dengan pola kerja sama yang nantinya disepakati bersama,” sambungnya.

Meski begitu, rencana tersebut belum masuk tahap pelaksanaan. Diskan Berau masih perlu melakukan berbagai persiapan agar apabila kerja sama dengan pihak swasta benar-benar dilakukan, seluruh prosesnya dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Ia menyebut, pihaknya tidak ingin mengambil langkah terburu-buru karena diperlukan kajian serta penyesuaian regulasi sebelum membuka kerja sama investasi tersebut.

Sebelumnya, pengadaan cold storage juga sempat dikaitkan dengan rencana melalui Perusahaan Daerah (Perusda) Bhakti Praja.

“Namun hingga saat ini, Diskan Berau belum mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan rencana tersebut,” katanya.

Sambil menunggu terealisasinya fasilitas penyimpanan dingin, Diskan Berau memastikan kebutuhan nelayan di TPI Tanjung Batu tetap mendapat perhatian.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjaga ketersediaan es batu untuk membantu mempertahankan kesegaran ikan hasil tangkapan.

Yunda mengatakan, pasokan es batu selama ini diperoleh dari pabrik es yang berada di sekitar kawasan TPI Tanjung Batu. Ketersediaan tersebut masih mampu memenuhi kebutuhan aktivitas nelayan setiap harinya.

“Untuk sementara kebutuhan es batu masih tercukupi. Pasokannya cukup untuk mendukung kegiatan nelayan yang beraktivitas di TPI Tanjung Batu,” ujarnya.

Meskipun belum memiliki cold storage, kegiatan pelelangan ikan di TPI Tanjung Batu tetap berjalan dengan baik. Pelayanan kepada nelayan maupun pembeli masih berlangsung secara rutin tanpa kendala berarti.

Namun, diakuinya masih terdapat sejumlah fasilitas pendukung yang perlu dibenahi agar operasional TPI dapat berjalan lebih maksimal.

Beberapa kebutuhan tersebut di antaranya peningkatan akses jalan agar seluruhnya berlapis aspal, perbaikan dermaga, pembangunan rumah dinas bagi petugas, serta pemasangan kamera pengawas atau CCTV.

“Berbagai sarana dan prasarana tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keamanan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas di kawasan TPI Tanjung Batu,” katanya. (aja/adv/arp) 

 

Editor : Nurismi
cold storage Diskan Berau investasi