BERAU POST – Di balik cepatnya respons petugas pemadam kebakaran saat terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya, masih terdapat berbagai keterbatasan fasilitas yang dihadapi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para personel untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat ruangan kerja yang belum dilengkapi pendingin udara (AC).
Tidak hanya itu, petugas juga pernah mengalami kendala ketika lampu di salah satu ruangan padam saat mereka harus menyelesaikan pekerjaan administrasi hingga larut malam.
“Memang masih ada beberapa fasilitas yang belum terpenuhi. Salah satunya ruangan yang belum memiliki AC. Bahkan pernah juga lampunya padam ketika petugas sedang lembur menyelesaikan pekerjaan,” ujarnya.
Menurut Rakhmadi, kondisi tersebut telah disampaikan kepada Sekretaris Kabupaten sebagai bahan pertimbangan dalam pemenuhan sarana pendukung kerja.
Ia berharap kebutuhan fasilitas dasar tersebut dapat segera direalisasikan guna menunjang kinerja aparatur yang setiap hari dituntut memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.
“Harapan kami tentu fasilitas yang dibutuhkan bisa segera dipenuhi agar dapat mendukung kinerja pegawai menjadi lebih optimal,” katanya.
Meski masih menghadapi berbagai keterbatasan, Rakhmadi menegaskan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Seluruh personel Disdamkarmat Berau terus bersiaga selama 24 jam untuk merespons berbagai laporan yang masuk, baik kebakaran maupun kejadian penyelamatan lainnya.
“Pelayanan tidak boleh terganggu. Personel kami tetap siap siaga dan bergerak cepat setiap kali menerima laporan dari masyarakat,” tegasnya.
Selain menangani kebakaran, Disdamkarmat Berau juga aktif menjalankan berbagai operasi penyelamatan atau rescue.
Mulai dari evakuasi hewan liar yang masuk ke permukiman warga, penyelamatan korban dalam kondisi darurat, hingga berbagai layanan kemanusiaan lainnya yang membutuhkan penanganan cepat.
Rakhmadi menyebut, salah satu indikator pelayanan yang terus dijaga adalah waktu tanggap petugas menuju lokasi kejadian.
Namun, ia memastikan setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti sehingga respons dapat dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin.
“Untuk waktu respons menuju lokasi kejadian, kami upayakan tidak lebih dari 10 menit. Itu menjadi komitmen kami agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan tepat,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kualitas pelayanan di tengah keterbatasan tidak lepas dari dedikasi seluruh personel yang bertugas di lapangan.
Semangat pengabdian dan rasa tanggung jawab yang tinggi menjadi modal utama dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh anggota. Mereka memahami masih ada kekurangan fasilitas, tetapi hal itu tidak mengurangi semangat dan dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan terbaik. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.(aky/adv/arp)
Editor : Nurismi