Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Genjot Kemandirian Pembudidaya, Diskan Berau Perkuat Program Unit Pembenihan Rakyat Lintas Kecamatan

Nurismi • Kamis, 18 Juni 2026 | 09:15 WIB
Yunda Zuliarsih, Sekretaris Diskan Berau
Yunda Zuliarsih, Sekretaris Diskan Berau

BERAU POST – Dinas Perikanan (Diskan) Berau terus mendorong kemandirian masyarakat melalui pengembangan sektor budidaya perikanan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat Program Unit Pembenihan Rakyat (UPR), sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat memproduksi benih ikan.

Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan, program tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Berau.

Melalui program itu, masyarakat tidak hanya menjadi pembudidaya, tetapi juga mampu memproduksi benih secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan usaha mereka. 

Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan juga terus memastikan ketersediaan benih berkualitas melalui Balai Benih Ikan (BBI) yang selama ini menjadi pusat penyediaan benih unggul bagi para pembudidaya.

“Dinas Perikanan menyiapkan kebutuhan benih melalui Balai Benih Ikan, supaya masyarakat mendapatkan benih yang berkualitas dan mampu meningkatkan keberhasilan usaha budidaya yang mereka jalankan,” ujarnya.

Yunda menjelaskan, Program UPR tidak hanya berfungsi sebagai penyedia benih, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan usaha pembenihan maupun budidaya ikan. 

Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai berhasil meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola usaha perikanan.

“Dulu banyak masyarakat yang belum memahami teknik pembenihan ikan. Namun setelah mendapatkan pembinaan dan pelatihan, kini banyak kelompok yang sudah mampu melakukan pembenihan secara mandiri dan bahkan mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Saat ini pengembangan UPR difokuskan di empat kecamatan, yakni Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Sambaliung, dan Gunung Tabur.

Adapun komoditas unggulan yang dikembangkan meliputi ikan nila, ikan mas, dan ikan lele yang memiliki permintaan pasar cukup tinggi serta nilai ekonomi yang menjanjikan.

Selain mengembangkan budidaya konvensional melalui kolam tanah, Diskan juga memperkenalkan sistem budidaya menggunakan kolam terpal yang dinilai lebih praktis dan efisien, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan. 

Metode budidaya menggunakan kolam terpal sangat cocok diterapkan di lingkungan rumah tangga karena membutuhkan biaya yang relatif terjangkau dan perawatan yang lebih mudah. Sistem tersebut juga dinilai efektif untuk budidaya ikan lele yang memiliki masa panen relatif singkat. 

“Melalui kolam terpal, masyarakat dapat memulai usaha budidaya dengan modal yang lebih ringan. Cara ini cukup efektif dan dapat diterapkan di pekarangan rumah,” katanya.

Dukungan pemerintah daerah terhadap sektor perikanan juga tidak hanya menyasar kelompok pembudidaya. Berbagai program pembinaan dan bantuan turut diberikan kepada sekolah, kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga kelompok masyarakat di tingkat RT sebagai upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam sektor perikanan. 

“Ini merupakan bentuk dukungan yang terus kami lakukan agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengembangan budidaya perikanan dan merasakan manfaatnya secara langsung,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pihaknya juga membangun sinergi dengan berbagai organisasi dan mitra strategis, termasuk Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), guna memperkuat pembinaan serta pendampingan kepada masyarakat. 

“Kami berharap masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi ikan secara mandiri, tetapi juga menjadikan budidaya perikanan sebagai sumber penghasilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.(aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
#benih ikan #Diskan Berau