BERAU POST – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kembali menggelar Maratua Music Festival (M2F) yang akan berlangsung pada 30 Juni hingga 4 Juli di Pulau Maratua.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, festival ini hadir dengan konsep yang lebih beragam melalui perpaduan pertunjukan musik, seni budaya, aktivitas lingkungan, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa menjelaskan, pelaksanaan festival tahun ini tidak hanya berfokus pada hiburan musik, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya masyarakat Maratua yang mayoritas merupakan suku Bajau.
“Event ini sudah kedua kali sejak pertama tahun 2025. Tahun ini dipadukan dengan seni budaya di Maratua. Jadi memadukan seni musik dan budaya,” ujarnya, Jumat (12/6).
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, Disbudpar Berau menyiapkan anggaran sekitar Rp 700 juta.
Dengan durasi pelaksanaan yang cukup panjang, diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke Maratua, sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat setempat.
Selain menampilkan berbagai pertunjukan, festival juga melibatkan pelaku UMKM dari 13 kecamatan yang diundang untuk berpartisipasi untuk menjual produk unggulannya selama kegiatan berlangsung. Termasuk sejumlah resort di Pulau Maratua juga turut dilibatkan.
Di sisi lain, pada aspek lingkungan, sejumlah kegiatan seperti bersih pantai, penanaman pohon, hingga bakar ikan bersama akan dilaksanakan.
Adapun promosi kegiatan saat ini lebih difokuskan kepada wisatawan lokal dan domestik. Namun, pihaknya tetap membuka peluang kedatangan wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Maratua.
“Kami tidak mengkhususkan promosi untuk mancanegara, tetapi kalau memang ada tentu kami sangat bersyukur. Yang jelas ada aktivitas yang bisa dinikmati wisatawan ketika berkunjung ke Maratua,” ujarnya.
Disbudpar berharap daya tarik wisata Maratua semakin lengkap, tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga atraksi wisata yang dapat dinikmati pengunjung.
Pihaknya menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Event Organizer M2F, Morten mengatakan, konsep acara tahun ini dirancang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya.
Festival akan mengolaborasikan unsur musik, budaya, kesenian dan lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan selama lima hari penuh.
“Acara lima hari, setiap malam ada hiburan di panggung. Jadi kegiatan berlangsung penuh selama lima hari,” ungkapnya.
Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari pelatihan kulintang, bazar UMKM, Maratua Makdendang atau lomba karaoke, lomba tari, hingga festival budaya tolak bala. Pada hari-hari berikutnya akan ditampilkan band-band lokal serta pertunjukan musik sape.
Selain itu, panitia juga menjadwalkan kegiatan pembuatan video promosi hopping island yang melibatkan para artis.
Kegiatan tersebut bertujuan memperoleh materi promosi dan memperkenalkan destinasi wisata Maratua kepada khalayak yang lebih luas.
“Bintang tamu tahun ini ada Arvian Dwi dan juga Stevan Pasaribu,” sebutnya.
Lanjutnya, rangkaian kegiatan lingkungan juga akan diperkuat melalui aksi bersih pantai, penanaman pohon dan pelepasan tukik yang dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Dalam hal promosi, panitia menerapkan strategi berjenjang mulai dari tahap praacara, pelaksanaan hingga pascaacara. Saat ini fokus utama berada pada promosi praacara untuk menarik wisatawan datang ke Maratua.
“Kami sekarang fokus promosi lokal dan daerah. Untuk internasional, kami berharap juga dibantu melalui website resort yang ikut mempromosikan kegiatan ini,” kata Morten.
Berkaca pada penyelenggaraan tahun lalu, target kunjungan sebanyak 5.000 orang berhasil terlampaui dengan estimasi sekitar 6.000 pengunjung yang hadir selama festival berlangsung. Dari pendataan menggunakan barcode, tercatat 27 wisatawan asing ikut menghadiri kegiatan tersebut.
Tahun ini, sistem pendataan pengunjung melalui barcode kembali diterapkan. Panitia bahkan menyiapkan doorprize yang akan diundi pada hari terakhir guna meningkatkan partisipasi pengunjung dalam proses pendataan.
Selain jumlah pengunjung, panitia juga akan melakukan pencatatan perputaran ekonomi yang terjadi di sektor UMKM selama festival berlangsung.
Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan M2F 2026. (aja/arp)
Editor : Nurismi