Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Manfaatkan Aset Lama, Pemkab Berau Hemat Biaya Pengadaan Instalasi Air Maratua

Nurismi • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:33 WIB
AKAN DIPINDAH: Pemkab Berau berencana memindah instalasi air yang berada di kawasan Kantor Camat Maratua ke samping embung Maratua yang berada di Kampung Payung-payung. (MARNI/BP)
AKAN DIPINDAH: Pemkab Berau berencana memindah instalasi air yang berada di kawasan Kantor Camat Maratua ke samping embung Maratua yang berada di Kampung Payung-payung. (MARNI/BP)
BERAU POST – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau berencana memanfaatkan kembali instalasi pengolahan air di Pulau Maratua. Pasalnya, instalasi tersebut selama ini tidak berfungsi secara optimal. 
Kepala Bidang (Kabid) Air Minum, Air Limbah, Persampahan dan Pertamanan (AMPLP) DPUPR Berau, Decty Toge Manduli menjelaskan, instalasi yang saat ini berada di lokasi lama tidak lagi mampu beroperasi karena keterbatasan sumber air baku.
Selain jumlahnya yang tidak mencukupi, ia menyebut kualitas air yang tersedia juga masih tergolong payau sehingga sulit memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih secara maksimal.
Kondisi tersebut menjadi alasan utama pemerintah daerah mengambil langkah relokasi instalasi ke lokasi yang dinilai lebih potensial dan memiliki dukungan sumber air yang lebih baik.
“Instalasi yang ada sekarang tidak berfungsi karena sumber air bakunya tidak mencukupi dan kualitas airnya masih payau,” katanya.
Sementara target pelayanan yang ingin dicapai adalah seluruh wilayah Maratua. Karena itu, instalasi tersebut direncanakan dipindahkan ke area di samping embung Maratua agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Keputusan memanfaatkan kembali instalasi yang sudah ada juga menjadi bagian dari langkah efisiensi anggaran. Di tengah upaya pemerintah melakukan penghematan belanja daerah, aset yang masih layak digunakan diprioritaskan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar masyarakat.
“Sayang jika harus membeli instalasi baru, sementara masih ada peralatan yang bisa dimanfaatkan kembali. Ini menjadi solusi yang lebih efektif dan efisien,” katanya.
Hal itu juga menurutnya bisa menjadi kebutuhan jangka panjang. Apabila ke depan kapasitas pelayanan air bersih terus meningkat dan diperlukan pengembangan sistem yang lebih besar, maka instalasi tersebut masih dapat dipindahkan kembali ke kampung lain yang membutuhkan.
Saat ini, DPUPR Berau tengah mempersiapkan tahapan awal berupa penyediaan lahan dan pembangunan fondasi sebagai lokasi baru penempatan instalasi.
“Proses tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan,” ungkapnya. 
Tahapan pemindahan peralatan direncanakan mulai dilakukan pada tahun 2027. Jadwal tersebut disesuaikan dengan rencana peningkatan kapasitas embung di Kampung Payung-Payung yang nantinya akan menjadi sumber utama dalam mendukung operasional sistem penyediaan air bersih.
“Ditargetkan pada 2027 pemindahan instalasi bisa dilakukan seiring peningkatan kapasitas embung di Kampung Payung-Payung,” jelasnya.
“Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan ketersediaan air bersih di Pulau Maratua,” tutupnya. (aja/adv/arp) 
Editor : Nurismi
#DPUPR Berau #pemkab berau