Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Cuaca Kering Ekstrem, BPBD Berau Ingatkan Warga Tak Buka Lahan Dengan Cara Dibakar

Nurismi • Senin, 8 Juni 2026 | 15:00 WIB
PEMADAMAN: Tim gabungan saat memadamkan karhutla di lahan milik warga, Teluk Bayur, kemarin (7/6). (BPBD BERAU UNTUK BP)
PEMADAMAN: Tim gabungan saat memadamkan karhutla di lahan milik warga, Teluk Bayur, kemarin (7/6). (BPBD BERAU UNTUK BP)

BERAU POST– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Berau. Kali ini, terjadi di Kecamatan Teluk Bayur dan menghanguskan sekitar empat hektare lahan milik warga, Minggu (7/6). 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Aldho menjelaskan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.20 Wita.

“Setelah menerima laporan, tim dari Posko Labanan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman awal,” ujarnya.

Namun, kondisi di lapangan membuat proses pemadaman tidak berjalan mudah. Api dengan cepat membesar dan terus merambat ke area lain akibat kondisi lahan yang kering. 

Melihat situasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Berau, TNI, dan Polri segera dikerahkan untuk memperkuat upaya penanganan.

“Karena api berkembang cukup cepat, personel gabungan langsung turun membantu proses pemadaman agar kebakaran tidak semakin meluas,” katanya.

Hingga pukul 16.30 Wita, api dilaporkan masih membakar sebagian area dan petugas terus berjibaku melakukan pemadaman di lapangan.

Berdasarkan data sementara, sekitar empat hektare lahan milik warga terdampak dan hangus dilalap si jago merah. 

Aldho mengungkapkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Kondisi cuaca yang sedang kering membuat api sulit dikendalikan hingga akhirnya merembet ke lahan di sekitarnya.
 

“Dugaan sementara memang akibat adanya pembukaan lahan. Karena kondisi cuaca yang cukup kering, api dengan cepat menyebar dan sulit dipadamkan sehingga merambat ke lahan lainnya,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Aldho mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Risiko kebakaran sangat tinggi dan dapat membahayakan lingkungan maupun masyarakat sekitar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi mengatakan, Kabupaten Berau saat ini tengah memasuki periode musim kering yang biasanya terjadi sebelum masa peralihan musim. 

“Memang saat ini wilayah Berau sedang mengalami musim kering. Kondisi ini lazim terjadi sebelum memasuki masa transisi atau pengalihan musim,” ucapnya.

“Karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” sambungnya.

Ade juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam beraktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Dengan meningkatnya suhu udara dan berkurangnya intensitas hujan, risiko karhutla diperkirakan masih cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan. 

“Saat ini cuaca masih cenderung panas, sehingga kami juga meminta masyarakat untuk waspada,” tutupnya. (aky/arp) 

Editor : Nurismi
#karhutla #BPBD Berau