Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pilkakam Serentak 2027: 20 Kampung di Berau Siap Gelar Pesta Demokrasi, Simak Daftar Lengkapnya!

Nurismi • Selasa, 21 April 2026 | 08:40 WIB
ILUSTRASI PELANTIKAN: DPMK Berau sedang mempersiapkan Pilkakam Serentak tahun 2027 yang akan dilaksanakan di 20 kampung yang tersebar di 12 kecamatan. (IZZA/BP)
ILUSTRASI PELANTIKAN: DPMK Berau sedang mempersiapkan Pilkakam Serentak tahun 2027 yang akan dilaksanakan di 20 kampung yang tersebar di 12 kecamatan. (IZZA/BP)

BERAU POST – Sebanyak 20 kampung di 12 kecamatan di Berau bersiap menggelar pemilihan kepala kampung (Pilkakam) serentak pada 2027 mendatang. 

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau memastikan pesta demokrasi tingkat kampung ini tetap menjadi prioritas, meski di tengah efisiensi anggaran daerah. 

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menyelesaikan proses pergantian antar-waktu (PAW) di enam kampung pada tahun ini. 

“Sementara untuk 2027 nanti, Pilkakam Serentak akan dilaksanakan di 20 kampung yang tersebar di 12 kecamatan,” ujarnya, beberapa waktu lalu. 

Adapun tahapan persiapan sudah mulai dibahas, termasuk dalam forum penajaman rencana kerja tahun 2027 bersama Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang). Fokus pembahasan mencakup program prioritas DPMK yang membutuhkan dukungan anggaran.

Meski kondisi keuangan daerah masih menghadapi efisiensi anggaran, pelaksanaan Pilkakam tetap menjadi prioritas.

“Memang ada efisiensi anggaran 2027, tapi beberapa kegiatan wajib tetap harus didanai, termasuk Pilkakam Serentak ini,” katanya.

Kebutuhan anggaran Pilkakam tentunya tidak hanya untuk logistik seperti kotak suara dan surat suara, tetapi juga operasional pelaksanaan yang melibatkan banyak pihak.

Selain pemerintah kampung dan kecamatan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) turut dilibatkan. Seperti Kesbangpol, Satpol PP, hingga unsur pengamanan dari TNI dan Polri.

“Ini bukan hanya kerja DPMK. Ada keterlibatan banyak pihak, termasuk pengamanan. Jadi memang harus dipersiapkan matang,” jelasnya.

Adapun kampung yang melaksanakan Pilkakam Serentak yakni, Long Suluy, Punan Segah, Punan Malinau, Pandan Sari, Bukit Makmur, Siduung Indah, Sembakungan, Pulau Besing, Pegat Betumbuk, Tanjung Batu, Inaran, Suaran, Semurut, Buyung-buyung, Biatan Baru, Capuak, Lobang Kelatak, Balikukup, Bidukbiduk dan Teluk Sumbang.

Secara tahapan, proses Pilkakam akan dimulai dari pembentukan panitia di tingkat kampung. Panitia tersebut nantinya akan mendapatkan pembekalan agar memahami tugas dan fungsi secara menyeluruh, terutama dalam proses administrasi pencalonan.

“Pintu awal itu di administrasi. Kalau panitia paham betul, maka potensi konflik bisa diminimalisir sejak awal,” tegasnya.

Setelah tahapan administrasi, proses seleksi calon akan dilanjutkan dengan tes tertulis dan wawancara. Seluruh rangkaian tahapan tersebut diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan, termasuk persiapan logistik yang akan dianggarkan dalam APBD murni 2027.

Lanjutnya, pelaksanaan Pilkakam ini menyesuaikan dengan masa akhir jabatan kepala kampung yang berbeda-beda.

Saat ini, periodisasi jabatan kepala kampung di Berau terbagi dalam beberapa gelombang, yakni 2027, 2029, dan 2031, menyusul perubahan masa jabatan dari enam tahun menjadi delapan tahun.

“Sebelumnya kami sudah melaksanakan Pilkakam Serentak di 53 kampung. Untuk 2027 ada 20 kampung, dan kemungkinan sisanya akan menyusul di 2029,” paparnya.

Ia juga tidak menampik potensi gesekan dalam Pilkakam selalu ada. Namun, dengan pembinaan dan koordinasi yang intensif, diharapkan dinamika tersebut dapat dikelola dengan baik.

“Gesekan itu biasa terjadi. Tapi dengan persiapan yang matang, pembinaan panitia, serta koordinasi lintas sektor, kita harapkan semua bisa berjalan lancar,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menegaskan pelaksanaan Pilkakam Serentak harus dipersiapkan secara matang, agar berjalan demokratis dan kondusif. 

Menurutnya, proses ini tidak hanya soal memilih kepala kampung, tetapi juga menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat di tingkat akar rumput.

Ia memastikan, legislatif akan mendukung penganggaran Pilkakam sepanjang perencanaannya jelas dan terukur.

Meski ada efisiensi anggaran, kegiatan yang bersifat wajib dan menyangkut kepentingan masyarakat luas tetap harus diprioritaskan.

“Jangan sampai kualitas pelaksanaan menurun hanya karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk pengamanan dan pembinaan panitia di tingkat kampung.

“Harapan kita, Pilkakam nanti berjalan aman, lancar, dan mampu melahirkan kepala kampung yang benar-benar dipilih rakyat serta mampu membawa kemajuan bagi kampungnya,” tutupnya. (aja/arp) 

 

Editor : Nurismi
#Kepala Kampung #DPMK Berau #pemilihan #efisiensi anggaran #pemkab berau