BERAU POST - Setelah sempat berbeda pada 2024, keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Berau pada 2026 kembali menggunakan penerbangan reguler, sama seperti yang diterapkan pada tahun sebelumnya.
Kasubag Tata Usaha, Kantor Kementerian Haji Berau, Hindun Nahdiani mengatakan, sebanyak 215 calon jemaah haji asal Berau dijadwalkan mulai berangkat pada Mei mendatang. Berau mendapat tambahan 3 orang lagi dari cadangan jemaah haji.
Rencananya, para jemaah akan diberangkatkan menuju embarkasi Balikpapan pada 14 Mei, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jeddah, Arab Saudi pada 16 Mei.
“Keberangkatan jemaah tahun ini menggunakan penerbangan reguler, bukan penerbangan carter. Kemungkinan perjalanan menuju Balikpapan juga dilakukan dengan dua kali penerbangan,” ujarnya, Kamis (16/4).
Penggunaan penerbangan reguler menyesuaikan dengan kondisi penerbangan yang tersedia dari Berau menuju Balikpapan.
Karena itu, keberangkatan menuju embarkasi kemungkinan akan dibagi dalam dua kali penerbangan, agar seluruh jemaah dapat terangkut dengan baik.
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jemaah asal Berau dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada akhir Juni.
Sesuai jadwal yang telah diterima, kepulangan para jemaah akan tiba kembali di Balikpapan pada 27 Juni mendatang.
Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan dalam kondisi sehat.
Sekaligus mengingatkan para calon jemaah menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan, mengingat pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang baik.
“Harapan kami seluruh jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke daerah dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Tahun ini, jumlah calon jemaah haji asal Berau yang akan diberangkatkan sebanyak 215 orang. Jumlah tersebut sudah termasuk satu orang Pendamping Haji Daerah (PHD).
Para jemaah tersebut berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Berau dengan latar belakang usia yang cukup beragam.
Dari data yang dihimpun, calon jemaah haji termuda tercatat lahir pada tahun 2002, sementara jemaah tertua lahir pada tahun 1945.
Selain itu, terdapat pula empat orang jemaah yang masuk kategori lanjut usia. Dua orang di antaranya akan berangkat dengan pendamping, sementara dua jemaah lansia lainnya masih dalam kondisi sehat dan dinilai mampu melaksanakan ibadah secara mandiri. (aja/arp)
Editor : Nurismi