Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Targetkan Penurunan Stunting, 14 Kampung di Kecamatan Kelay Kompak Perkuat Kelembagaan Posyandu

Nurismi • Rabu, 15 April 2026 | 09:55 WIB
TINGKAHKAN KUALITAS LAYANAN: Penguatan peran Posyandu menjadi fokus utama dalam kegiatan di Kecamatan Kelay, Selasa (14/4). (PROKOPIM UNTUK BERAU POST)
TINGKAHKAN KUALITAS LAYANAN: Penguatan peran Posyandu menjadi fokus utama dalam kegiatan di Kecamatan Kelay, Selasa (14/4). (PROKOPIM UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Penguatan peran Posyandu terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar di tingkat kampung.

Salah satunya melalui Penataan dan Pendayagunaan Posyandu Kampung di Kecamatan Kelay, yang turut menyoroti implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, Selasa (14/4).

Ketua TP PKK Berau, sekaligus Ketua Posyandu Berau, Sri Aslinda Gamalis menekankan, Posyandu saat ini memiliki peran yang semakin luas, tidak lagi sebatas layanan kesehatan dasar seperti penimbangan balita dan imunisasi. 

Apalagi, Pemkab Berau memiliki komitmen untuk terus memperkuat kualitas pelayanan dasar, khususnya di sektor kesehatan masyarakat.

Dengan Posyandu sebagai bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Kampung dinilai menjadi ujung tombak dalam pelayanan yang bersifat promotif dan preventif di masyarakat.

“Namun, kami masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan mutu pelayanan, keterbatasan fasilitas, serta belum optimalnya keterpaduan lintas sektor,” ujarnya.

Tantangan tersebut ditegaskannya harus menjadi perhatian bersama, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap layanan dasar yang semakin meningkat.

Penguatan Posyandu juga tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai pihak secara terintegrasi.

Lebih lanjut dijelaskannya, transformasi Posyandu saat ini mencakup perluasan fungsi layanan, mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, hingga penguatan ketahanan keluarga.

“Karena itu, keberadaan Posyandu di tingkat kampung menjadi sangat strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia,” ucapnya. 

Ia menegaskan, implementasi enam SPM Posyandu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan sarana dan prasarana, tetapi juga menyangkut pola kerja sama dan koordinasi lintas sektor.

Penguatan kelembagaan kampung serta peningkatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

“Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana kita membangun ekosistem pelayanan publik yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan keberhasilan Posyandu sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, pihak swasta, serta berbagai organisasi terkait.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan yang efektif dan tepat sasaran.

Pun dirinya memberikan apresiasi kepada Kecamatan Kelay yang telah membentuk Surat Keputusan (SK) Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan.

Selain itu, seluruh kampung di Kecamatan Kelay yang berjumlah 14 kampung juga telah menyusun SK kepengurusan Posyandu sebagai bentuk penguatan kelembagaan di tingkat lokal.

Sri Aslinda menginginkam Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan maupun kampung dapat terus aktif memberikan pendampingan serta pemahaman kepada masyarakat terkait transformasi layanan Posyandu.

Selain itu, partisipasi masyarakat juga diharapkan terus meningkat dalam memanfaatkan layanan yang tersedia.

“Langkah awal ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ucapnya.

“Termasuk dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat di kampung,” pungkasnya. (aja/arp) 

 

Editor : Nurismi
#posyandu #Penurunan angka stunting #pemkab berau