Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Wawali Bontang Desak Perluasan SPPG: MBG Berhasil Turunkan Stunting dan Serap Ratusan Tenaga Kerja

Beraupost • Jumat, 21 November 2025 | 10:30 WIB
PANTAU: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris melihat penyaluran makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah satuan pendidikan. Foto lainnya, Agus Haris juga memantau dapur MBG. (ADIEL KUNDHARA/KP)
PANTAU: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris melihat penyaluran makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah satuan pendidikan. Foto lainnya, Agus Haris juga memantau dapur MBG. (ADIEL KUNDHARA/KP)

BERAU POST - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di Kota Bontang terus menunjukkan progres menggembirakan. Setelah sembilan dapur produksi makanan bergizi atau SPPG resmi beroperasi.

Pemkot Bontang menargetkan jumlah tersebut dapat bertambah hingga mencapai 16 SPPG, agar mampu memenuhi kuota 50.104 siswa penerima manfaat.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan perluasan layanan menjadi kebutuhan mendesak. “Harapan kami target itu tercapai,” kata pejabat yang akrab disapa AH ini.

Menurutnya, SPPG memiliki peran strategis dalam menjamin kelancaran distribusi makanan ke seluruh sekolah.

Jumlah SPPG yang ideal diharapkan mampu mengakomodasi seluruh peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.

AH menilai kebutuhan gizi harian anak-anak tidak bisa ditunda sehingga percepatan pembangunan SPPG harus menjadi prioritas. “Anak-anak membutuhkan asupan berkualitas,” ucapnya.

Dirinya menekankan manfaat MBG tidak hanya terlihat pada pemerataan gizi. Melainkan juga adanya perubahan signifikan pada semangat kehadiran siswa.

Program tersebut membuat anak-anak lebih rajin datang ke sekolah karena mendapatkan makanan bergizi setiap hari.

“Itu berdasarkan keterangan yang kami dapat dari pihak sekolah,” tutur dia.

Orang tua juga merasakan dampak positif program ini. Mereka tidak lagi terbebani menyediakan bekal makanan setiap pagi, sehingga aktivitas rumah tangga menjadi lebih ringan.

Selain itu, MBG menggerakkan roda ekonomi lokal melalui meningkatnya permintaan bahan baku.

Produk UMKM seperti telur, sayuran, tahu, tempe, dan beras mengalami lonjakan penjualan selama program berjalan. “Perputaran ekonomi sangat cepat,” terangnya.

Di luar manfaat ekonomi dan pendidikan, MBG turut mendukung percepatan penurunan angka stunting di Bontang.

Pemerintah menilai pemberian menu bergizi secara konsisten setiap hari mampu meningkatkan kualitas kesehatan anak.

AH menekankan pentingnya keberlanjutan program agar hasilnya semakin maksimal di masa mendatang.

“Manfaatnya besar untuk pencegahan stunting. Informasi dari Dinas Kesehatan stunting di Bontang saat ini turun menjadi 15,7 persen,” sebutnya.

Karena dampaknya sangat signifikan, AH meminta pemerintah pusat untuk melanjutkan MBG pada tahun depan.

Ia menilai penghentian program akan berdampak besar bagi siswa dan masyarakat. “Program ini harus lanjut,” tegasnya.

Selain manfaat bagi UMKM, MBG juga membuka lapangan kerja baru dalam jumlah besar.

Setiap SPPG membutuhkan sekitar 30 tenaga kerja, mulai dari juru masak, pengemas, hingga petugas distribusi. Jika 20 SPPG beroperasi, maka lebih dari 600 tenaga kerja terserap.

“Tentunya ini menjadi peluang bagi warga yang ngin mendapatkan pendapatan,” jelasnya.

AH juga menepis data yang menyebut tingginya pengangguran di Bontang.

Menurutnya, jumlah penyerapan tenaga kerja dari MBG dan sektor lain menunjukkan bahwa angka pengangguran tidak setinggi yang disebutkan lembaga statistik. “Saya bantah itu,” ujarnya singkat.

Adapun untuk wilayah pesisir, Pemkot memastikan bahwa layanan MBG harus menjangkau pulau-pulau seperti Malahing, Gusung, Tihi-Tihi, dan Selangan.

Beberapa SPPG yang berlokasi di Bentang Lestari dan Berbas disebut akan mulai mengirimkan makanan ke daerah tersebut.

AH menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong perluasan layanan. Ia menilai MBG adalah program strategis yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Program ini penting bagi generasi Bontang,” pungkasnya.(adv/arp)

Editor : Nurismi
#Mbg #Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris