BERAU POST - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik pernikahan dini.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said dalam kegiatan pertemuan koordinasi dan kerja sama lintas sektor pencegahan perkawinan anak, Rabu (12/11).
Muhammad Said menegaskan, pencegahan perkawinan anak bukan sekadar urusan sosial atau hukum, tetapi juga menyangkut persoalan kemanusiaan dan masa depan generasi bangsa.
“Kegiatan ini sebagai wujud komitmen dan keseriusan kita dalam memberikan hak-hak anak, terutama dalam mencegah perkawinan anak di Kabupaten Berau,” ujarnya.
Fenomena perkawinan anak kerap berdampak panjang, mulai dari putus sekolah, gangguan kesehatan reproduksi, hingga munculnya kemiskinan struktural yang diwariskan lintas generasi.
Karena itu, ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Pencegahan perkawinan anak menjadi suatu keharusan demi menjaga kualitas sumber daya manusia, yang merupakan fondasi pembangunan daerah di masa mendatang,” tegasnya.
Kabupaten Berau sendiri saat ini berada pada peringkat Madya untuk kategori Kabupaten Layak Anak (KLA).
Dirinya berharap peringkat tersebut dapat ditingkatkan menjadi Nindya melalui sinergi berbagai pihak dalam memenuhi hak-hak anak.
“Kita harus memastikan setiap kebijakan di tingkat kampung, sekolah, dan keluarga memiliki keberpihakan terhadap perlindungan anak,” terangnya.
“Upaya pemenuhan hak anak harus terus dibarengi dengan sinergitas perlindungan dan pencegahan perkawinan anak,” lanjutnya.
Keterlibatan semua pihak, mulai dari orangtua, forum anak, DPPKBP3A, Dinas Pendidikan, Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), hingga seluruh perangkat daerah dinilai sangat penting untuk memberikan perlindungan yang optimal.
“Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk menghadirkan ruang aman bagi anak-anak kita. Berikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan agar mereka memahami betapa pentingnya mencegah perkawinan usia anak,” ucapnya.
Ia juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperluas program pembinaan hingga ke wilayah kampung.
Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan anak-anak tumbuh dengan baik dan mendapatkan haknya secara penuh.
Pihaknya memastikan seluruh anak di Bumi Batiwakkal tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kesempatan untuk berkembang.
“Saya optimistis, dengan sinergitas yang terus dibangun, Berau akan benar-benar menjadi kabupaten yang layak bagi semua anak. Potensi anak-anak Berau sangat luar biasa, dan sudah sepatutnya kita dukung agar mereka menjadi pribadi yang membanggakan,” terangnya. (aja/arp)
Editor : Nurismi