Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Disbun Berau Gandeng Puslitkoka Jember, Perkuat Sektor Kakao dari Hulu ke Hilir dan Tingkatkan Kualitas SDM

Beraupost • Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:45 WIB
Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini. (SENO/BP)
Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini. (SENO/BP)

BERAU POST – Dinas Perkebunan (Disbun) Berau menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Jember, Jawa Timur.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan sektor kakao di Berau, baik dari sisi hulu maupun hilir.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini mengatakan, MoU ini difokuskan pada peningkatan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan teknologi pengolahan kakao secara berkelanjutan.

“Kerja sama ini untuk pengembangan dari hulu, terkait cara budidaya yang baik atau good agriculture practice untuk kakao, serta peningkatan kualitas SDM tenaga teknis dan petani,” ujarnya, Selasa (28/10).

Selain pembinaan di sektor hulu, Disbun Berau juga menggandeng Puslitkoka untuk memperkuat sisi hilirisasi.

Fokusnya antara lain pada peningkatan kapasitas petani dan UMKM dalam teknologi pascapanen, pelatihan pengolahan cokelat, serta pengemasan produk.

“Pengembangan hilirisasi juga penting, termasuk pelatihan pengolahan cokelat, pendampingan UMKM, dan penyediaan sarana prasarana pendukung,” jelas Lita.

Ia menambahkan, kerja sama ini juga mencakup kajian teknis dan penelitian untuk memperkaya road map pengembangan kakao Berau.

Melalui dukungan ilmiah dari Puslitkoka, diharapkan muncul rekomendasi varietas kakao unggulan yang sesuai dengan kondisi iklim dan lingkungan di Berau.

“Kami perlu masukan teknis melalui kajian dan rekomendasi varietas yang cocok dikembangkan di Berau. Itu penting agar intensifikasi bisa spesifik lokasi dan hasilnya optimal,” katanya.

Menurut Lita, MoU tersebut akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama (PKS) antarorganisasi perangkat daerah (OPD) sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Tahun ini, beberapa program sudah mulai berjalan, seperti pendampingan penyediaan dan penerapan peralatan pengolahan cokelat di tingkat petani.

“Tahun ini sudah dimulai melalui pendampingan penyediaan peralatan pengolahan cokelat dan aplikasinya di lapangan,” ujarnya.

Ia menyebut, salah satu tujuan utama dari kerja sama ini adalah penguatan kelompok petani kakao agar lebih mandiri dan produktif.

Selain pemerintah dan Puslitkoka, sektor swasta juga turut mendukung, seperti Bankaltimtara dan PT BUMA, yang ikut hadir dalam penandatanganan MoU.

“Kolaborasi semua pihak ini diharapkan bisa memberikan motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produksi kakao Berau,” pungkasnya. (sen/arp)

Editor : Nurismi
#puslitkoka #jember #Dinas Perkebunan Berau #pemkab berau