Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kabar Gembira Warga Batu Putih: SPAM Rampung, Air Bersih Mengalir!

Beraupost • Rabu, 19 Maret 2025 | 07:20 WIB
Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) DPUPR Berau, Decty Toge Manduli. (SENO/BP)
Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) DPUPR Berau, Decty Toge Manduli. (SENO/BP)

TANJUNG REDEB – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Batu Putih telah rampung hingga tahap distribusi utama.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Decty Toge Manduli.

Ia menerangkan, jaringan distribusi sudah mencapai rumah terakhir di Kampung Ampen Medang.

“Secara jaringan dan rumah, sudah tuntas. Terkait harga, kami telah melakukan sosialisasi. Karena jalur distribusi ini melewati dua kampung lain, sosialisasi tarif dilakukan agar air bersih tetap mengalir dan tidak terhambat,” ujar Decty belum lama ini.

Meski infrastruktur telah selesai, saat ini tinggal menanti serah terima pengelolaan. Menurut Decty, pihaknya telah menyusun telaah staf mengenai hal ini, mengingat jaringan SPAM melintasi beberapa kampung, sehingga pengelolaannya perlu kejelasan.

“Barang yang ada di Batu Putih ini bukan hanya lintas kampung, tetapi juga memiliki nilai investasi yang tinggi,” jelasnya.

Ke depan, pengembangan sistem air bersih di wilayah Batu Putih akan terus berlanjut.

Tahun ini, akan ada perluasan jaringan di Kampung Tembudan, Kayu Indah, dan Sumber Agung. Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 15 miliar untuk proyek ini.

“Dengan tambahan dana tersebut, kami berharap layanan air bersih bisa menjangkau lebih banyak warga dan memastikan akses air bersih yang layak di Batu Putih,” ungkapnya.

Saat ini, masyarakat di Batu Putih menyambut baik keberadaan SPAM yang telah dibangun. Beberapa warga mengaku sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama pada musim kemarau.

“Dulu kami harus menampung air hujan atau membeli air dari luar kampung. Sekarang, dengan adanya SPAM ini, kami sangat terbantu,” ujar salah satu warga.

Setelah pengelolaan diserahkan ke pihak yang berwenang, layanan air bersih pun diharapkan dapat lebih optimal.(sen/arp)

Editor : Nurismi
#sistem penyediaan air bersih (spam) #DPUPR Berau