BERAU POST – Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris menegaskan komitmennya untuk mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedalaman, khususnya Kecamatan Kelay.
Sebagai legislator yang berasal dari daerah tersebut, ia menilai pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan pemerintah daerah.
Dijelaskannya, perhatian serius perlu diberikan pada empat sektor utama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, serta jaringan telekomunikasi.
Keempat aspek ini dinilainya menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga pedalaman.
“Sebentar lagi akan ada masa reses, kami akan mencarikan solusi agar prioritas utama dapat terpenuhi secara merata,” ujarnya.
Ia menyampaikan, masa reses menjadi momentumnya untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus memetakan persoalan yang paling mendesak untuk diperjuangkan di tingkat legislatif.
Apalagi ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan suara masyarakat Kelay mendapat perhatian serius.
Ia mencontohkan dalan hal infrastruktur, di mana kondisi jalan di Kecamatan Kelay masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Sebagian wilayah yang masuk dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) menjadi tantangan tersendiri karena membatasi pembangunan fisik secara leluasa.
“Untuk saat ini kami tetap fokus pada kebutuhan dasar yang paling mendesak,” jelasnya.
Sebagai anggota DPRD yang baru memasuki periode pertama, dirinya ingin memastikan setiap aspirasi masyarakat benar-benar diperjuangkan.
Komitmen tersebut, kata dia, bukan sekadar janji politik, melainkan bentuk tanggung jawab kepada konstituen yang telah memberikan amanah.
Selain infrastruktur, Gideon juga menyoroti sektor pendidikan yang dinilainya masih jauh dari kata ideal.
Walaupun sejumlah fasilitas sekolah telah tersedia, persoalan kekurangan tenaga pengajar masih menjadi kendala utama.
Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di wilayah pedalaman.
“Tenaga pendidik sangat sulit didapatkan di Kelay,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang mampu menarik minat guru untuk bertugas di pedalaman, baik melalui insentif maupun dukungan fasilitas yang memadai.
Pasalnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, sementara daerah pedalaman tertinggal.
Di sektor kesehatan dan telekomunikasi, Gideon juga mendorong agar akses layanan semakin diperluas.
Ketersediaan fasilitas kesehatan yang layak serta jaringan komunikasi yang stabil dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas dan keselamatan masyarakat.
“Kami akan terus berupaya agar pembangunan di Kelay bisa benar-benar dirasakan secara merata,” pungkasnya. (sen/arp)
Editor : Nurismi