ABL Group Gandeng BRIN Kick off Teknologi PITARA di Pulau Derawan, Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik Menuju Ekonomi Sirkular

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 20:30 WIB
KELOLA SAMPAH PLASTIK: ABL Group bersama BRIN mengimplementasikan teknologi PITARA Ver. 2 di TPS3R Pulau Derawan untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. (PT ABL UNTUK BERAU POST)
KELOLA SAMPAH PLASTIK: ABL Group bersama BRIN mengimplementasikan teknologi PITARA Ver. 2 di TPS3R Pulau Derawan untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. (PT ABL UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – PT Asian Bulk Logistics (ABL) Group kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kick off implementasi Teknologi Pirolisis PITARA Ver. 2 (Pirolisis Tabung Bertingkat Versi 2) di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur, pada 20–24 Juli. 

Sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), ABL Group fokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Bersama BRIN, Pemerintah Kabupaten Berau, dan pengelola TPS3R Pulau Derawan, ABL Group mendukung implementasi teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak sebagai solusi inovatif untuk mengurangi pencemaran sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Kolaborasi ini dirancang sebagai Living Laboratory (Living Lab), yaitu ruang pembelajaran dan inovasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam kondisi nyata di lapangan.

Masyarakat lokal tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan teknologi.

Partisipasi aktif masyarakat menjadi fondasi penting agar inovasi dapat tumbuh secara berkelanjutan sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah kepulauan.

Sebagai perusahaan yang terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional bisnisnya, ABL Group memandang kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan lembaga riset sebagai fondasi penting dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Keberlanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi. ABL Group berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan, pengurangan limbah, dan pemberdayaan masyarakat,” kata CHRO ABL Group, Hermawan.

“Dukungan ini merupakan komitmen kami menghadirkan solusi lingkungan dan nilai tambah bagi masyarakat melalui inovasi aplikatif, sebagai bagian dari CSR Pilar Pelestarian Lingkungan ABL Group,” lanjut Hermawan.

Implementasi PITARA Ver. 2 merupakan bagian dari program hilirisasi hasil riset BRIN berbasis Pirolisis yang dirancang untuk mengolah sampah plastik yang sulit didaur ulang menjadi bahan bakar minyak melalui proses pirolisis.

Teknologi ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah plastik sekaligus menghasilkan energi alternatif yang memiliki ilahi ekonomi.

Rangkaian kegiatan meliputi audiensi bersama Pemkab Berau, pelaksanaan kickoff teknologi PITARA, Training of Trainers (TOT) bagi pengelola TPS3R Rupiah (Rumah Pilah Sampah), hingga pendampingan teknis kepada 10 operator TPS3R Pulau Derawan.

Nantinya kapasitas sumber daya manusia lokal diperkuat agar teknologi dapat dioperasikan secara mandiri dan berkelanjutan.

Pun program ini diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular yang spesifik terhadap karakteristik Pulau Derawan (circular economy specific site location). Pengelolaan sampah, produksi bahan bakar alternatif, serta pemanfaatan hasilnya dikembangkan berdasarkan potensi sumber daya lokal, kebutuhan masyarakat, dan kondisi geografis kawasan wisata kepulauan.

Dengan begitu, teknologi tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menumbuhkan peluang usaha, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Program ini juga menjadi kelanjutan dari komitmen Pemkab Berau dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui TPS3R Rupiah di Pulau Derawan.

Pihaknya berharap, implementasi PITARA Ver. 2 dapat menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Sejalan dengan visi perusahaan, ABL Group akan terus mendukung program kolaboratif berbasis inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau.

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Prof. Dr. Cuk Supriyadi Ali Nandar, menjelaskan bahwa implementasi PITARA Ver. 2 merupakan novelty teknologi Tim Peneliti bersama BRIDA Provinsi Jawa Tengah, yang menjadi salah satu bentuk nyata percepatan hilirisasi inovasi agar hasil riset dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“BRIN berkomitmen mendorong hasil riset agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Implementasi PITARA Ver. 2 di Pulau Derawan menjadi contoh inovasi pengolahan sampah plastik yang mendukung ekonomi sirkular dan energi alternatif,” terangnya.

Tim Periset yang dikoordinasikan oleh Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan, Nugroho Adi Sasongko, menyatakan, keberhasilan hilirisasi inovasi membutuhkan sinergi yang kuat antara lembaga riset, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat agar teknologi yang dikembangkan mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Menurutnya, PITARA Ver. 2 di Pulau Derawan juga diposisikan sebagai pilot plant atau proyek percontohan nasional yang diharapkan menjadi success story implementasi teknologi pengolahan sampah plastik di wilayah kepulauan.

Keberhasilan model ini akan menjadi referensi penting bagi replikasi di berbagai daerah lain di Indonesia yang memiliki tantangan pengelolaan sampah dan kebutuhan energi serupa.

“Implementasi PITARA Ver. 2 di Derawan mampu mengubah sampah plastik bernilai rendah menjadi BBMT setara minyak tanah. Dengan harga minyak tanah sekitar Rp20 ribu per liter, teknologi ini diharapkan membantu penyediaan energi bagi masyarakat kepulauan,” tutupnya. (aja/sos)

Editor : Nurismi
bbm sampah plastik