BERAU POST - Suasana penuh kebersamaan dan semangat pelestarian budaya, mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-258 Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, yang dirangkai dengan pelaksanaan Festival Neppa Pade, Selasa (21/7).
Perayaan tahunan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi masyarakat, melestarikan budaya lokal, sekaligus menorehkan sejarah baru dengan deklarasi lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Festival yang berlangsung meriah itu dibuka secara resmi oleh Asisten III Sekretariat Kabupaten Berau, Maulidiyah, serta dihadiri unsur Muspika Kecamatan Sambaliung, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, dan perwakilan PT Berau Coal yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat di Kampung Inaran.
Kepala Kampung Inaran, Amirullah, mengatakan Festival Neppa Pade bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud rasa syukur masyarakat atas perjalanan panjang kampung yang kini telah berusia 258 tahun.
Menurutnya, festival tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus memperkenalkan potensi budaya Kampung Inaran kepada masyarakat yang lebih luas.
"Festival ini adalah milik masyarakat. Kami berharap seluruh warga dapat terus mendukung dan meramaikan kegiatan ini agar budaya yang kita miliki tetap lestari dan semakin dikenal," ujarnya.
Amirullah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, serta masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan pelaksanaan festival.
"Terima kasih kepada Pemkab Berau, para sponsor, khususnya PT Berau Coal, dan seluruh masyarakat yang telah bekerja bersama sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik," katanya.
Momentum festival tahun ini semakin istimewa karena Kampung Inaran secara resmi mendeklarasikan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Capaian tersebut menjadikan Kampung Inaran sebagai kampung pertama dan satu-satunya dari 110 kampung dan kelurahan di Kabupaten Berau, yang berhasil memenuhi seluruh indikator STBM. Amirullah mengakui keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan dan dukungan berbagai pihak, terutama PT Berau Coal yang secara konsisten mendampingi masyarakat selama bertahun-tahun.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal yang terus mendampingi Kampung Inaran mulai dari tahun 2015 hingga akhirnya mampu mendeklarasikan lima pilar STBM. Ini menjadi kebanggaan bagi kami," ungkapnya.
Sementara itu, Asisten III Setkab Berau, Maulidiyah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Neppa Pade yang dinilai mampu menjaga tradisi, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat.
Ia berharap festival tersebut terus menjadi agenda tahunan yang mampu mempererat semangat gotong royong masyarakat Kampung Inaran.
"Pemerintah Kabupaten Berau tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini agar terus berkembang setiap tahunnya," katanya.
Maulidiyah juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Kampung Inaran menjadi kampung pertama di Berau yang mendeklarasikan lima pilar STBM.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan prestasi yang patut dicontoh oleh kampung-kampung lain di Kabupaten Berau.
"Ini merupakan capaian yang luar biasa. Dari 110 kampung dan kelurahan di Berau, Kampung Inaran menjadi yang pertama berhasil mendeklarasikan STBM lima pilar. Tentu ini harus menjadi inspirasi bagi daerah lain," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PT Berau Coal yang dinilai konsisten mendukung berbagai program pembangunan masyarakat, termasuk pendampingan hingga Kampung Inaran berhasil mencapai deklarasi STBM.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie, mengatakan Kampung Inaran kini menjadi pionir penerapan STBM di Kabupaten Berau.
Menurutnya, deklarasi tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi kampung dan kelurahan lainnya agar segera mengikuti jejak Kampung Inaran dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
"Kami berharap keberhasilan ini tidak berhenti pada seremoni deklarasi saja, tetapi terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Community Relations Manager PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman, menjelaskan bahwa keberhasilan Kampung Inaran mendeklarasikan lima pilar STBM merupakan hasil proses pendampingan yang telah dilakukan sejak tahun 2015.
Selama lebih dari satu dekade, PT Berau Coal bersama pemerintah dan masyarakat terus menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan.
"Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan masyarakat. Untuk Kampung Inaran, kami membantu penyediaan sekitar 80 unit jamban sehat, 60 unit tong sampah, pembangunan Water Treatment Plant beserta sarana prasarananya, dan 26 unit Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) rumah tangga, serta berbagai program lainnya agar masyarakat dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat," jelasnya.
Ia menambahkan, lima pilar STBM yang telah diterapkan Kampung Inaran meliputi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-RT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, serta Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
“Tak hanya mendukung program sanitasi, PT Berau Coal juga memberikan dukungan terhadap terselenggaranya Festival Neppa Pade sebagai bentuk dukungan terhadap kelestarian budaya, kami juga memberikan 10 tenda UMKM ke Kampung Inaran sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya Neppa Pade sekaligus deklarasi STBM pertama di Kabupaten Berau,” tutupnya. (***/aky)
Editor : Nurismi