BERAU POST- Musibah kebakaran melanda dua wilayah di Kabupaten Berau dalam sepekan terakhir. PT Berau Coal pun turut menyalurkan bantuan sembako kepada para korban di dua lokasi tersebut pada Selasa (28/4).
Diketahui dua peristiwa kebakaran itu terjadi di Jalan Dermaga, Gang Merah Putih RT 6, Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb. Dengan menghanguskan satu unit rumah tunggal dan empat unit bangsal pada 21 April lalu.
Kemudian, musibah kebakaran juga terjadi di Jalan M. Iswahyudi RT 3, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur pada Sabtu (25/4), yang mengakibatkan enam bangunan terdampak.
Community Based Development Manager, PT Berau Coal, Reza Hermawan menyampaikan, rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga. Sekaligus berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban para korban.
“Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan untuk saudara kita,” ujarnya.
Lurah Karang Ambun, Muliana mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh perusahaan kepada warganya. Sebab, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi para korban.
“Mewakili warga yang terdampak kebakaran di RT 6 Kelurahan Karang Ambun, kami mengucapkan terima kasih,” ucapnya.
“Kami memang bukan wilayah lingkar tambang, namun tetap mendapat perhatian. Ini menunjukkan kepedulian yang luar biasa,” sambungnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah cuaca panas.
“Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati, termasuk tidak menggunakan instalasi listrik yang sudah tidak layak pakai,” katanya.
Sementara itu, salah satu korban kebakaran di Kelurahan Karang Ambun menceritakan kronologi kejadian. Ia mengaku menerima telepon dari anaknya pada Selasa sore yang mengabarkan adanya kebakaran di rumah sebelah
“Saat saya kembali dari musala, api sudah besar,” kenangnya.
Berdasarkan informasi warga, sumber api diduga berasal dari rumah milik seorang tetangganya. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“Kobaran api yang cepat membesar dan kami tidak sempat untuk mengamankan barang-barang kami,” ungkapnya.(***/arp)
Editor : Nurismi