BERAU POST – PT Hutan Sanggam Berau (HSB) terus menunjukkan komitmen dalam mempertahankan eksistensinya, sebagai perusahaan daerah (perusda) yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Tidak hanya fokus pada sektor kayu bulat, perusda ini mulai menapaki usaha di bidang Tanaman Pangan Hortikultura.
Direktur PT HSB, Roby Maula mengatakan, langkah yang disebutnya diversifikasi usaha ini merupakan bentuk adaptasi, supaya perusahaan yang dipimpinnya tetap relevan di tengah keterbatasan sumber daya alam.
Tak hanya itu, perusahaan yang berdiri pada 2003 silam ini juga akan mengoptimalkan aset yang dimiliki. Tujuannya supaya meningkatkan proyeksi pendapatan perusahaan pada tahun ini.
“Diversifikasi usaha ini juga sebagai upaya meyakinkan pemerintah, bahwa HSB masih bisa bertahan dengan pengelolaan sumber daya lainnya,” ujarnya.
Menurut Roby, perubahan strategi ini dilandasi oleh kondisi lapangan yang berbeda dibandingkan masa awal berdirinya perusahaan. Meski selama ini operasional dan pengelolaan HSB tetap berpegang pada prinsip lestari.
“Sumber daya kita tidak seperti dulu. Mungkin ini cara memulihkan dirinya, agar kita belajar mengelola dengan cara yang lebih bijak,” katanya.
"Kami juga tidak mengelola hutan secara keseluruhan tapi secara parsial. Sistemnya tanam, tebang, tumbuh lestari Indonesia (TPTI) Jadi setelah menebang, harus sesuai Rencana Kerja Usaha (RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) secara berkesinambungan langsung dilakukan penanaman kembali agar berkelanjutan," sambung Roby.
HSB juga diungkapkannya terus menjaga sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan, sebagai bukti kelayakan dalam penerapan prinsip tebang tanam lestari.
Terkait diversifikasi usaha, Roby menyebut tahun ini HSB bakal membuka babak baru. Dengan menapaki sektor tanaman pangan dan hortikultura.
Hal itu juga telah diamini saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terakhir, sebagai langkah memperkuat ekspansi ke sektor non-kayu
“Dengan optimalisasi aset dan penambahan bidang usaha, kami optimistis proyeksi pendapatan tahun ini meningkat signifikan,” tuturnya.
Langkah diversifikasi itu dinilai banyak pihak menjadi bukti keseriusan HSB menjaga keberlanjutan perusahaan daerah. Sekaligus untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Bupati Berau, Sri Juniarsih bahkan menyebut langkah inovatif HSB menjadi contoh baik bagi perusda lain. Karena bisa melihat peluang usaha baru untuk keberlangsungan perusahaan.
“Itu jadi contoh ya, bahwa direkturnya kreatif menangkap peluang usaha untuk menangkap keuntungan, yang berdampak pada dividen dan PAD (pendapatan asli daerah) ke daerah,” terangnya.
Ke depan, dirinya menginginkan agar tidak ada lagi perusda di Berau yang masih bergantung pada penyertaan modal pemerintah.
Menurutnya, kemampuan HSB membaca peluang pasar merupakan bukti, bahwa inovasi menjadi kunci keberhasilan dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto juga menilai kinerja HSB layak diapresiasi.
Pasalnya, keberadaan perusahaan mampu memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Alhamdulillah PT HSB bisa berkontribusi pada pendapatan asli daerah, ada menyetor sekitar 1,9 miliar yang diperoleh dari hasil bisnisnya,” ujar Dedet -sapaan akrabnya.
Capaian tersebut dikatakannya, menjadi momentum bagi seluruh perusda di Berau untuk berani berinovasi dan mencari sumber pendapatan baru.
Kemandirian HSB tanpa penyertaan modal daerah, disebutnya menjadi bukti pengelolaan profesional dapat menghasilkan keuntungan signifikan.
“Sekaligus memberikan dampak positif bagi keuangan daerah dan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (sen/***/arp)
Editor : Nurismi